PUISI – PUISI JULAIHA S

0 1943
Link Banner

Tubuh Kopi, Tubuh Kenangan

Ketika kau melumuri tubuh dalam kopi
mimpi menghitam, hutan mati kehausan
aku menulis janji kesedihan, laut kering.
kabut penuh tergambar sunyi
seperti api membakar kayu ringkih

hujan menjenguk irama embun
melukis pelangi di kerling tubuh

Ketika kau memenuhi tubuh dengan busa
segalanya luntur dalam air,
kenangan menyucikan dirimu
dalam janji rindu yang kering

kali ini, hujan memenuhi kamar tidurmu
seperti kata-kata dalam buku

Medan, 2017

 

Deru Jam

Apa yang dikatakan pada detik
ketika detak mengulas risalah resah
di kedalaman masa masih tersimpan musim dingin
kata-kata mengilhami dingin
menjalarlah pada tubuh ilusi
di sanalah deru mengikuti tragedi

Batang pohon semakin kuat
memboyong rimbunan daun
sebab para penanak sepi
selalu menjatuhkan musim rindu
di kepala orang-orang sunyi
deru jarum jam menyampaikan kepiluan
retak segala kisah, pecah segala perkara
sisanya adalah kematian

Medan, 2017

 

Menyemah Kamar Tidur

Kita terbiasa menyeka hujan di pelupuk pipi
mata berlaut duka
ribuan wajah terbenam di sana
ceruk waktu menasbihkan perjalanan
setengah mereha, setengah senja dan berakhir gulita

Kamar tidur penuh jampi
ritual kini disemai dalam kata-kata
sisa rindu lebih utuh membiarkan jantung berdenyut

Ketika kamar penuh pertanyaan
kata-kata gentayangan mengarang kegelapan
di sana segalanya tumbuh jadi ilusi
hasrat akan menang, tubuh kita terbedaya
sunyi mengenangi kamar tidur
menatap luruh pada langit-langit atap

Kita tidak mampu membaca mantra waktu
atau berkuasa dalam mimpi
ada yang ingin kau katakan?

Medan, 2017

 

Luka-luka Harapan

Kau keluar dari sungai dengan harapan suci,
luka-luka pergi dan baju hangat datang
mengurung masa depan di dadamu
kau boleh hidup sebagai nadimu sendiri

Jeruk limau dan bunga kembang penuh warna
mengguyur tubuhmu, sebagian sunyi
mantera pakem menuju doa
tempat gadis dan wanita lainnya
menyucikan serat baju

Kali ini, cahaya menyeruak lewat lembab
seseorang tumpah dalam kebasahan

Medan, 2017


Julaiha S. (Julaiha Sembiring), perempuan kelahiran Medan, 11 Juni 1993. Sejumlah tulisan telah dimuat di media cetak dan online yakni; Harian Waspada, Medan Bisnis, Analisa, Mimbar Umum, Sumut Pos, Serambi Indonesia, Riau Hari Ini, Lampung Post, Sinar Harapan, Banjarmasin Post, Jurnal Masterpoem Indonesia, Indopost, Suara NTB, Riau Pos, Pikiran Rakyat, LINIKINI.ID, Harian Rakyat Sumbar dan beberapa antologi puisi. Saat ini, ia tercatat sebagai alumni Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan. Ia telah melahirkan buku puisi tunggalnya berjudul Mula-Mula Kita Pergi Selanjutnya Tersesat. (Obelia Publisher, 2016)

Category: Puisi, SastraTags:
resto
No Response

Leave a reply "PUISI – PUISI JULAIHA S"

[+] kaskus emoticons