Sudah Lulus, Bidan Bingung Cari Kerja, Tiap Tahun 1000 Kelulusan Tenaga Medis

oleh

CIANJUR | Harian WaktuTingginya animo siswa terhadap pendidikan di bidang kesehatan khususnya bidan, sejurus dengan sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan yang seharusnya. Selain dari jumlah yang terbatas, sejumlah bidanpun akhirnya banyak yang memilih untuk beralih profesi.

Seperti yang diungkapkan Bidan Gayatri Sekarwati, ia mengungkapkan, meniadi seorang bidan tak semudah seperti yang orang bayangkan. Menuntut ilmu selama 4 tahun dengan biaya yang cukup tinggi tak serta merta langsung bisa membuka praktek sendiri.

“Sebelum menjadi bidan praktek, kita harus mempunyai pengalaman kerja selama 2 tahun, setelah itu baru kita mendapat paklaring agar bisa buka praktek sendiri,” katanya

Selain itu, jumlah bidan khususnya di Kabupaten Cianjur sudah melebihi kouta ideal, makanya menjadi seorang bidan, perlu memiliki relasi ataupun kenalan bidan senior yang sudah memiliki pengalaman dan memiliki praktek sendiri.

“Karena saya punya saudara bidan yang sudah senior, jadi saya bisa langsung ikut jadi asissten,” paparnya

Sementara itu, bidan Yuni Sulistiah Hayat pun mengatakan hal yang serupa, dirinya mengaku sulit mencari pekerjaan selepas lulus akademisnya pada tahun 2013 kemarin.

“Sudah dua tahun saya sulit mendapat pekerjaan, padahal banyak rumah sakit dan klinik yang sudah saya datangi,” paparnya

Tambahnya, kebanyakan bidan yang sudah mendapat pekerjaan karena memiliki relasi di dalamnya, sehingga ada akses kemudahan ketika mereka ingin masuk kerja di tempat tersebut.

Kalaupun ada pekerjaan, lanjut Yuni, mereka harus siap untuk ditempatkan dimana saja, karena keberadaan tim medis sendiri masih belum merata untuk di Indonesia, sendiri khususnya Cianjur.

“Ya harus bagaimana lagi, pemerintah harusnya lebih peka terhadap fenomena ini, karena pada dasarnya kebutuhan medis di Cianjur masih banyak yang membutuhkan,”pintanya

Sementara itu, bidan Nurul Azizah mengaku perlu ada perluasan rumah sakit, klinik, dan ruang kesehatan lainnya, karena seperti yang kita ketahui, lulusan akademi kebidanan di Cianjur saja mencapai hampir 1000 lulusan dari berbagai akademi setiap tahunnya.

Untuk itu, pihaknya meminta, agar pemerintah bisa lebih memberi kemudahan untuk mendapat surat ijin paklaring bagi para bidan, dan juga di permudah dalam mendapat pengalaman pekerjaan, karena masalah pendapatan itu nantinya akan mengikuti.

“Dengan banyaknya lulusan yang sudah melebihi kuota, pemerintah diminta agar lebih bijak dalam melakukan aturan,”tandasnya. Putra Lugina Sukma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco