Kopi Luwak Budianto Diminati Wisatwan Asing

oleh

CIPANAS  | Harian Waktu  – Kopi luwak telah dikenal merupakan kopi termahal di dunia dan pertama kali dikembangkan di Indonesia. Namun kini salah seorang warga Cipanas mampu memproduksi kopi luwak dengan kualitas sangat baik. Bahkan kini sudah terkenal kebeberapa negara banyak wisatawan asing yang dating ingin melihat langsung produksi kopi luwak.

Adalah Budianto (47) salah seorang pawang musang penghasil kopi luwak. Menjadi pawang musang atau penghasil kopi luwak sudah dilakoni sejak 2 tahun lalu. Dimana, ketika itu secara tidak sengaja menangkap seekor musang lantas dipeliharanya.

“Awalnya saya hanya punya 1 ekor. Setelah mengetahui kegunaannya yang dapat memproduksi kopi, akhirnya saya mulai menambah peliharaan saya hingga 10 ekor, “ katanya.

Budianto menuturkan, dari 10 ekor musang, hanya dapat dihasilkan 2 kg kopi luwak dari 14 kg kopi (sebelum di makan musang) dengan kondisi masih kotor. Setelah itu, kopi luwak yang dihasilkan dari kotoran musang di jemur rata-rata 4 hari supaya betul-betul kering. Setelah itu, lantas dikupas, dicuci hingga bersih, kemudian di sangrai selama 2 jam dengan menggunakan kayu bakar, lalu ditumbuk hingga rata.

Dikatakannya, selain masih dipasarkan  di wilayah Cipanas dan sekitarnya, kekurangan bahan baku seperti kopi Arabika dan jenis lainnya menjadi salah satu faktor masih berkurangnya produksi kopi luwak.

“Adapun harganya, kopi luwak peternakan bisa dihargai Rp1 juta per kilogram. Sedangkan kopi luwak liar bisa dihargai sampai Rp 2 juta per kilogram, “ paparnya.

Menurut  Budianto, kopi luwak kalau diminum rasanya beda dari kopi biasanya dan hangat saat di tubuh. Sedangkan khasiatnya, mampu mengobati maag kronis, diare (berak darah), asma, bahkan darah tinggi.

Sementara itu, penikmat kopi Asep Hidayatolloh (26) warga Cianjur mengatakan, sangat berbeda dengan kopi lain, sementara kopi luwak mas Budi agak ada rasa asemnya namun tidak perih untuk lambung dan memulihkan stamina. Malah menjadi sembuh asam lambung  saya dan kami pun menjadi pelanggan setia kopi luwaknya “, papar Asep.

Produksi usaha pembuatan kopi luwak Budianto ternyata diminati juga para wisatawan asing.
Wisatawan asing kebanyakan sengaja datang ke lokasi produksi kopi luwak di rumah Budianto, di Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas. “Banyak penikmat kopi dari luar negeri yang datang untuk merasakan kopi luwak Cianjur,” ujar  Budianto.

Para wisatawan tersebut di antaranya berasal dari Malaysia, Hongkong, dan Singapura. Diterangkan Budianto, kedatangan para turis asing ini karena penasaran ingin merasakan kopi luwak asal Cianjur yang informasinya mampu mengobati beberapa macam penyakit.

Selain itu mereka tertarik untuk melihat langsung pembuatan kopi luwak asal Cianjur. Diakui Budianto, harga kopi luwak yang dijualnya memang mahal. Satu kilogram kopi luwak dijual antara Rp 2 juta per kilogram hingga Rp 5 juta per kilogram.

Pengembangan produksi kopi luwak local, targetnya keberadaan kopi luwak Cianjur akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik lokal maupun luar negeri. Syamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco