Tragis, 9 Tahun Tidak Diketahui Rimbanya TKW Hilang Di Arab Saudi

oleh

SUKARESMI | Harian Waktu – Penderitaan nasib yang dialami Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cianjur, terus menerus silih berganti, seolah tak berujung. Kali ini menimpa Patmawati (23) bin Aep warga Kampung Babakan Peuteuy RT 01 RW 09, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaresmi. Sejak tahun 2008 hingga 2017 hilang di Arab Saudi tidak tentu rimbanya.

Lia yang saat diberangkatkan oleh PT. Abdi Bela Persada masih berusia 16 tahun itu direkrut melalui tiga orang sponsor berinisial Ey dan Din warga Kampung Cibodas, Kecamatan Pacet serta Ad warga Cianjur kota. Mereka bertiga menjanjikan Lia akan bekerja di Kota Damam Negara Kerajaan Arab Saudi.

Menurut orang tuanya Aep (59) dan Iin (50) tidak pernah terjadi lagi kontak lewat telepon sejak tiga bulan keberatannya. “Satu bulan, dua bulan sampai tiga bulan masih ada telepon darinya. Setelah itu hilang kontak sama sekali hingga kini” ujar Aep.

Aep menambahkan, Lia yang hanya lulusan Sekolah Dasar itu memang dikenal sebagai anak pekerja keras. Lia bercita-cita ingin menyekolahkan adik-adiknya supaya lulus setingkat SMA, tidak seperti dirinya. “Pokonya mereka berdua tidak boleh hanya lulusan SD,” ungkap Aep menirukan ucapan Lia anaknya dulu.

Diantara isak tangis lirih, sang bunda, Iin mengutarakan kerinduannya terhadap Lia. Dirinya berharap untuk bisa segera bertemu dan berkumpul lagi sebagai keluarga besar. Iin tidak berharap banyak soal harta benda yang bisa dibawa putrinya. Iin sangat berharap agar pemerintah Kabupaten Cianjur dan Pemerintah Pusat bisa membawa Lia pulang kembali.

“Yang penting mah Lia bisa pulang saja. Sebagai ibu saya hanya ingin dia sehat dan selamat saja,” ucapnya dengan kedua tangannya yang mengusap genangan air mata.

Sementara Ketua Serikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) NU Cabang Cianjur, Nurul Yatim mempersilahkan pihak keluarga Lia untuk datang ke kantornya dan membuat  laporan terkait hilang kontaknya dengan Lia.

Nurul Yatim berjanji, pihaknya bersama Garda Buruh Migran Indonesia daruli Sarbumusi akan mencari informasi yang valid. Misalnya Sponsor dan Agennya, sekaligus keberadaan yang bersangkutan di negara tujuan.

Setelah informasi soal Keberadaan Lia diketahui, kata Nurul Yatim, negara wajib hadir untuk melakukan kerjasama dengan negara tujuan, karena TKW yang disekap susah ditemui karena pemberi kerja alias majikan biasanya tidak akan memberi kesempatan siapapun menemui atau menanyakan  nasib TKWnya. “Terkecuali atas perintah dari pemerintahan setempat,” ungkapnya.

Mudah – mudahan, tambahnya, kita bisa optimal membantu keluarga Lia. Ini sudah komitmen kami sebagai salah satu Bandan Otonom dari Nahdlatul Ulama (NU) dalam membantu kesulitan sesama warga negara.

Hampir senada dengan Ketua Sarbumusi,  Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Heri Suparjo mempersilahkan pihak keluarga Lia untuk datang membuat laporan.

“Dari keterangan keluarganya kita akan menelusuri keberadaan saudari Lia Patmawati,” tutur Heri Suparjo. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco