Carlton Cole Belum 100% Direkrut Persib

oleh

BANDUNG | Harian Waktu  – Negosiasi yang masih terus berjalan mempertegas peluang eks penyerang tim nasional Inggris Carlton Cole untuk bergabung dengan Persib Bandung. Namun begitu perlu diingat jika Cole belum 100% direkrut oleh Maung Bandung.

Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman mengakui, pemain jebolan akademi Chelsea yang mencicipi puncak karier bersama Westham United itu sudah mendarat di Jakarta untuk merampukan proses kepindahan menuju Maung Bandung. “(Cole) Masih di Jakarta, masih ada tahapan negosiasi, tidak tahu jadi atau tidak,” ujar Djanur.

Menurut Djanur, pilihan terhadap Carlton Cole tidak lepas dari pertimbangan teknis dan pengalaman sang pemain. Cole merupakan tipikal penyerang yang dibutuhkan dalam skema permainan rancangan pelatih kelahiran Sumedang itu.

“Secara teknis mumpuni, usianya juga lebih muda dari Essien. Dia berpengalaman dan yang pasti pemain depan. Posturnya tinggi, kuat, cocok untuk tim kami yang punya pemain-pemain sayap. Itu beberapa pertimbangannya,” tutur Djanur.

Kehadiran penyerang haus gol memang dibutuhkan Persib guna menambal kekurangan sebelum mengarungi Liga 1. Seperti diketahui, Maung Bandung sangat butuh seorang penyerang berkelas untuk memperbaiki produktivitas gol. Sejak musim lalu, Persib hanya punya satu striker haus gol, yakni Sergio van Dijk.

Sebagai pemain jika melihat pada jejak kariernya, Cole sebenarnya memenuhi kriteria marquee player karena pernah berlaga di kompetisi top Eropa. Namun belakangan, performanya terus menurun dan rekam jejaknya sangat meragukan.  Pemain yang malang melintang di Liga Premier Inggris bersama Chelsea, dan West Ham United itu cuma tampil selama 179 menit tanpa pernah bikin gol dalam dua tahun terakhir.

Pada musim 2015-2016, striker 33 tahun itu hanya bermain empat kali dengan durasi total 79 menit untuk Celtic, itupun selalu sebagai pemain pengganti. Musim lalu, Cole juga menjadi spesialis pemain cadangan di tim kasta kedua Liga Amerika Serikat, Sacramento Republic. penyerang dengan tinggi badan 1,9 meter itu cuma bermain empat kali sebagai pemain pengganti dengan durasi total 100 menit, nol gol.

Status pemain pengganti yang bermain hanya 179 menit dalam 8 pertandingan tanpa pernah mencetak gol selama dua tahun terakhir jelas bukanlah jejak rekam memesona secara statistik. Akan tetapi, sama halnya dengan kasus perekrutan Michael Essien, latar belakang meragukan akibat penurunan performa dan cedera dalam beberapa tahun terakhir itu dikesampingkan dalam keputusan perekrutan.

Djanur sendiri memilih fokus melihat performa pemain saat ini. “Kesampingkan dulu soal statistik. Kita lihat saja performanya sekarang bagaimana. Saya optimistis mereka akan memberikan kontribusi pada performa tim ini dan membuat lebih kuat,” pungkas Djanur. Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco