Pasien BPJS Kerap Diminta Membeli Obat di Luar, Pelayanan Rumah Sakit Pemerintah Dikeluhkan

oleh

BANDUNG BARAT | Harian Waktu – Pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah di Kabupaten Bandung Barat terhadap pasien peserta Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS-PIB) yang dikelola BPJS Kesehatan, kembali dikeluhkan. Sebab, pasien BPJS kerap diminta untuk membeli obat di luar alih-alih disediakan oleh pihak rumah sakit.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD KBB Saprudin Hidayat di Ngamprah, kemarin. Dia mengaku banyak menerima laporan dari warga terkait dengan hal itu. “Seharusnya, rumah sakit menyediakan obat-obatan secara lengkap, sebab ini biayanya jelas ditanggung oleh pemerintah daerah,” ungkapnya seperti dilansir laman Pikiran Rakyat.

Untuk diketahui, tahun 2017 ini, Pemkab Bandung Barat mengalokasikan anggaran sekitar Rp17 miliar yang bersumber dari APBD untuk mensubsidi klaim biaya perawatan kesehatan masyarakat yang tercover melalui program KIS-PBI yang dikelola BPJS Kesehatan.

Peserta KIS-PBI yang dibiaya oleh APBD Kabupaten Bandung Barat mencapai 69.339 orang dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,3 miliar/bulan atau mencapai Rp17 miliar/tahun. Sementara itu, peserta KIS-PBI yang dibiaya dari pemerintah pusat yang berada di Kabupaten Bandung Barat mencapai sekitar 543.000 orang.

Saprudin mengkritik keras kurang optimalnya komunikasi antara BPJS Kesehatan dengan setiap rumah sakit terutama milik pemerintah, di antaranya RSUD Cililin dan RSUD Lembang. Pihaknya juga meminta agar pihak rumah sakit mengusulkan kepada Dinas Kesehatan bila memang stok obat-obatan tidak ada atau kurang.

Tak hanya persoalan ketersediaan obat-obatan, lanjut dia, hal lainnya yang kerap dikeluhkan peserta BPJS Kesehatan di antaranya sering tidak mendapatkan pelayanan optimal jika dibandingkan dengan pasien umum.

“Kami minta pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal. Selain itu, kami juga meminta kepada pihak BPJS, agar menyediakan kantor layanan BPJS lebih banyak. Sebab, sampai saat ini hanya terpusat di Padalarang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Komunikasi dan Hukum BPJS Kesehatan Cimahi Ilman Mutaqin mengungkapkan, sangat tidak dibenarkan jika peserta BPJS Kesehatan setelah mendapatkan pelayanan di rumah sakit harus membeli obat di luar rumah sakit. Sebab, peserta BPJS Kesehatan sudah mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk obat-obatan.

“Jadi, tidak dibenarkan jika harus membeli obat di luar. Sebab, itu sudah disediakan oleh rumah sakit,” pungkasnya seraya menambahkan, pihaknya sudah jauh-jauh hari melakukan komunikasi dengan setiap rumah sakit agar melayani peserta BPJS dengan optimal disertai dengan ketersediaan obat-obatan. Fazar/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco