Pengrajin Wayang Golek Mulai Tersisih

2 1361
Link Banner

CIANJUR | Harian Waktu – Jarang adanya pementasan wayang golek ternyata membawa dampak tersendiri bagi pengrajin wayang golek. Seperti yang dirasakan para pengrajin wayang golek di kampung Sukamulya, Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber, sepi orderan.

Menurut H. Supyan (50), sebagai sentra kerajinan wayang golek, Kampung Sukamulya selalu banjir pesanan. Pemesannya tidak hanya dari kalangan dalang, namun juga masyarakat biasa untuk cenderamata atau hiasan interior rumah.

“Tapi itu dulu akhir tahun 90-an, warga (para pengrajin) tidak pernah berhenti membuat wayang. Sekarang nyaris tidak ada pesanan. Pengrajin banyak yang banting setir, ada bertani dan berdagang,” katanya.

Jumlah pengrajin wayang golek di Kampung Sukamulya sendiri, sebut dia mencapai puluhan. Mereka mengerjakan pembuatan wayang berbahan kayu itu di selasar-selasar rumah. “Sekarang di teras-teras rumah sudah sepi,” katanya.

Ditambahkan Supyan, memburuknya bisnis kerajinan wayang golek ini pun tidak terlepas dari minat generasi muda terhadap kebudayaan Sunda yang semakin luntur. Hampir tidak ditemukan, remaja atau pemuda yang memiliki ketertarikan dengan pementasan wayang golek.

“Ditambah pementasannya yang jarang digelar. Dulu, kalau ada wayang golek manggung, lapangan penuh sesak, sampai subuh pun warga tetap menontonnya. Tapi sekarang jamannya sudah lain, sudah berubah,” ujarnya.

Salahseorang pengrajin wayang golek, Dede Wiguna (58) atau akrab disapa wak Ende bercerita sepak terjangnya di dunia bisnis kerajinan wayang golek. 20 tahun yang silam, hari-harinya tak pernah lepas dari pisau serut, membuat wayang golek saking banyaknya pesanan.

“Dulu saya bisa buat ratusan. Sekarang sudah tidak lagi, sudah ditinggalkan oleh generasi sekarang,” katanya.

Selain kesehariannya habis untuk membuat wayang golek pesanan orang, wak Ende juga berprofesi sebagai dalang. Kemahirannya dalam memainkan bonek kayu khas Sunda ini ia dapat secara otodidak.

“Kan kalau bikin wayang itu harus dicoba-coba dulu, nah dari situ saya kadang suka isi suaranya. Lama kelamaan asyik juga, jadinya keterusan. Kalau pesanan sedang sepi, saya suka ngadalang,” ucapnya.

Namun, sambung dia, bisnis ngadalang pun saat ini semakin sepi. Biasanya warga yang menggelar hajatan atau sunatan selalu mengundangnya untuk mementaskan wayang golek. “Sekarang jarang ada yang ngondang, kalah pamor sama organ tunggal,” pungkasnya.

Ditempat lain Ishak Suhendra (52), pemilik sanggar kerajinan wayang golek di Jalan Raya Andir Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, juga mengalami hal sama sepi orderan. Namun ia tetap setia menggeluti kerajinan pembuatan wayang golek meski peminatnya semakin menurun.

Tampak terpampang wayang golek hasil karyanya sepertiPandawa Lima, Semar, Si Cepot dan lainnya. Kerajinan terseut pun sudah ditekuni sejak berusia 11 tahun, Pasang surut keberadaan kerajinan pun sudah dialaminya. “Meski permintaan semakin hari semakin menurun, saya ingin wayang golek tetap ada,” katanya. DJ/ Net

Category: AdvetorialTags:
resto
2 Responses
  1. author

    Rara9 months ago

    Dari kecil saya di perkenalkan tentang budaya termasuk wayang golek oleh orangtua saya meskipun saya perempuan. Saya sangat menyukai wayang golek meskipun teman sesama perempuan saya lebih memilih budaya luar di situ saya meras sendiri saya tetap menyukai wayang golek. Setiap pementasan yang selalu di tayangkan di stasiun TV meskipun tengah malam saya tidak pernah melewatkan acaranya meskipun paginya saya harus sekolah. Di daerah saya jarang sekali di adakan pagelaran wayang golek jalan satu-satunya hanya menonton di TV. Sekarang pewayangan di stasiun TV tidak di tayangkan seperti dulu yang di gelar spesial untuk wayang golek jadi saya hanya bisa menonton di youtube. Mudah-mudahan wayang golek jaya seperti masa kecil saya.

    Reply
  2. author

    Rifki8 months ago

    Semoga bisa menjadi bahan perenungan bersama, terkait budaya wayang golek. Dan ini harus kita pertahankan.

    Reply

Leave a reply "Pengrajin Wayang Golek Mulai Tersisih"

[+] kaskus emoticons