Kemensos Minta Pemda Respon Pembentukan KSB

oleh

SUKARESMI | Harian Waktu – Dirjen Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kementerian Sosial Republik Indonesia bentuk tim relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) di lapangan Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi. Relawan siaga bencana tersebut diberikan pelatihan selama tiga hari dengan konten materi siaga bencana.

Dirjen Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kementerian Sosial, Adhy Karyono mengatakan, saat ini KSB yang telah terbentuk dari dana APBN termasuk di Kabupaten Cianjur ini sudah lebih dari 400 KSB. Dengan angaran sebesar 350 miliar lebih menurutnya, masih dirasa kurang untuk seluruh Indonesia.

Dengan demikian, secara nasional dana yang dikeluarkan pemerintah dalam penangananbencana ini masih sangat jauh dari target kebutuhan korban. “Kemampuan kementerian baik BNPB maupun Kementerian Sosial tidak lebih sekitar 20 persen saja. Namun semua itu terbantu dengan dukungan dari masyarakat yang memiliki jiwa sosial yang tinggi,” katanya.

Sementara itu H. Deding Ishak, selaku anggota DPR RI Komisi VIII, yang meninjau langsung ke lapangan mengatakan, selaku angota legislatif yang mempunyai pungsi pengawasan, ingin menyampaikan dengan melihat kinerja Kementrian Sosial ini luar biasa, sebagai mana prestasi yang sudah di torehkan hingga mendapat peringkat ketiga terbaik diantara menteri-menteri yang lain.

Khusus Dirjen Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, sudah menunjukan kinerjanya yang responsip. “Nah pola seperti ini saya pikir harus dikembangkan di tempat-tempat lain, tentunya kepada para kepala daerah untuk betul-betul bersinergi dengan kementrian sosial untuk menempatkan KSB di daerahnya masing-masing,” ujarnya,

Dia mengatakan, program KSB tersebut sangat membantu untuk kesiap siagaan masyarakat terhadap siaga bencana. Kemudian dengan adanya tim relawan yang akan membantu secara husus keberlangsungan tanggap siaga karena sudah terlatih.

“Jika hari ini misalkan pembentukan relawan dari pusat hanya ada sepuluh harus direspon oleh pemerintah daerah harus merespon dengan membentuk relawan yang lebih banyak lagi, sebagai wujud pencegahan Indonesia sebagai zona ring of fire, negara yang rawan akan bencanaterutama longsor,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, harus segera dilakukan pendataan daerah-daerah oleh BNPB, untuk menjadi daerah yang siaga bencana atau jika zonasenya sangat parah, maka harus direlokasi sejak awal, sehingga anggaran kita yang ada bisa disisihkan,

“Untuk penambahan anggaran jika dipandang perlu dan kemensos masih mengajukan anggaran akan merespon, karena program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat dan ditentukan ada daerah sasaran untuk menjadi pilot project kementrian sosial,” ujarnya.

Dalam suasana hujan yang mengiringi pembentukan kampung siaga bencana ini juga disalurkan bantuan berupa barang kesiapsiagaan antara lain 15 buah selimut, 10 lembar tenda gulung, 2 unit tenda keluarga, 2 buah velbed, 15 lembar matras dan 5 paket foodware dengan nilai sebesar Rp 21.101.648,-. Barang tersebut langsung diserahkan secara simbolis kepada ketua kampung siagabencana kecamatan sukaresmi.  ●Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco