Kisruh IDI Ditangani PW IDI Jabar

oleh

dr Trini : Posisi Saya Kini Demisioner

CIANJUR  | Harian Waktu – Permasalahan kisruh Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesaia (IDI) Cabang Cianjur, saat ini tengah ditangani pihak Pengurus Wilayah (PW) IDI Jawa Barat. Sementara, keputusan Muscab IDI tersebut menunggu hasil PW IDI Jabar.

Mantan Ketua IDI Cabang Cianjur, dr Trini yang juga sebagai Ketua IDI Cabang Cianjur hasil konpercab 1 April lalu, mengaku dirinya tidak bisa berkomentar banyak terkait permasalahan Muscab IDI beberapa waktu lalu. Saat ini, kata dia, permasalahan tersebut kini tengah ditangani pihak PW IDI Jabar.

“Saat ini, saya posisinya tengah demisioner. Jadi saya tidak bisa berkomentar banyak, tunggu saja hasil dari PW IDI Jabar,” ujarnya, kemarin.

Sementara, salah seorang bakal calon ketua IDI dr. Sany Sanjaya, yang merasa dirugikan akan menyerahkan sepenuhnya ke pihak PB IDI pusat. Pihaknya berharap, kejadian pada Muscab IDI Cianjur lalu, bisa diselesaikan oleh keluarga besar IDI terlebih dahulu, karena dirinya memegang teguh sumpah profesi dokter yang antara satu dokter dengan dokter lainya adalah saudara kandung.

Baginya sebuah jabatan dalam organisasi hanya sebagai cara lain dalam beribadah. “Sejadah untuk beribadah kepada Allah SWT itu seluas permukaan planet bumi ini,” ujarnya.

Meski proses dalam Muscab IDI lalu banyak yang menilai penuh dengan ketidak beresan dan jauh dari norma demokratis, namun hal tersebut bukan urusannya. Tetapi, lanjut dia, urusannya hanyalah berkehendak atau berniat baik turut serta memajukan IDI sebagai organisasi. “Sebagai kader, saya sah untuk itu,” katanya.

Sebelumnya, para dokter IDI Cabang Cianjur, meminta agar pemilihan Ketua IDI Kabupaten Cianjur dalam Muscab IDI minta diulang. Pasalnya, muscab yang berlangsung beberapa lalu tersebut dinilai cacat hukum, karena terkesan dipaksakan dan telah dikondisikan sebelumnya

Sehingga, sedikitnya 120 dokter di Cianjur telah membubuhkan tanda tangan penolakan hasil sementara Muscab IDI Cianjur di salah satu rumah makan di Cianjur. Dalam surat protesnya itu para dokter di antaranya menuntut proses dan hasil Muscab IDI diulang dan cacat hukum. Alasannya, panitia Muscab IDI  tidak komprehensif dan tidak berdasarkan asas profesionalisme, Polling calon tidak memenuhi asas transparansi. Kemudian terdapat persyaratan administrasi calon ketua yang tidak disosialisasikan terlebih dahulu dan pcenderung manipulatif. Sehingga melahirkan proses aklamasi yang tidak memenuhi syarat-syarat demokratis. Deni Abdul Kholik/Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco