Wagub dan Wabup Monitoring UNBK

oleh

CIANJUR | Harian Waktu – Dua Pejabat Daerah Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, dalam waktu bersamaan, Rabu (5/4), melakukan monitoring ke sejumlah SMK pelaksanaan UNBK, untuk memastikan ujian berjalan lancar.

2 sekolah yang menjadi sasaran peninjauan Wakil Bupati Cianjur, Herman yaitu SMKN 1 Cilaku dan SMK Pasundan 1 Cianjur. Kedua sekolah tersebut dipilih secara acak untuk dilihat proses dan kondisi siswa dalam mengikuti UN.

“Alhamdulillah hari ketiga ini pelaksanaan terpantau tidak ada kendala. Tidak ada gangguan sinyal, apalagi yang patut diapresiasi peserta yang hadir 100 persen. Terutama di SMK Pasundan 1 Cianjur pesertanya lebih dari 600 siswa,” ujar Herman usai melakukan kunjungan ke SMK Pasundan 1 Cianjur.‎

Herman menuturkan, keberjalannan ujian nasional jenjang SMK patut dibanggakan. Pasalnya di Cianjur pelaksanaan ujian nasional SMK kebanyakan UNBK dan hanya beberapa yang UNKP. “Meskipun sekarang SMA/SMK jadi kewenangan Provinsi, kami tetapakan memantau berjalannya ujian. Mereka tetap anak-anak kami, jadi harus tetap disuport,” ucapnya.

Dia pun mengapresiasi kepada sekolah yang sudah melaksanaakan UNBK, dengan harapan tahun depan semua sekolah dapat melaksanakn UNBK. “Dukungan dari pemerintah dan yayasan, baik membuat pelaksanaan UNBK diseluruh wilayah bisa berjalan baik tanpa kendala yang berarti,” ujarnya.

Di tempa lain, orang nomor 2 di Jawa Barat, Deddy Mizwar juga melakukan kunjungan peninjauan UNBK di SMK Has Asyabulyamin, sebelumnya dia melakukan peninjauan ke beberapa sekolah yang ada di jawa barat.

“Benar di Jawa Barat baru 90 persen yang melaksanakan UNBK. Memang masih ada daerah yang hanya sekitar setengahnya melaksanakan UNBK, tapi kota-kota yang sudah 100 persen diantaranya, kota Bandung, Ciamis dan sebagiannya lagi,” ujarnya.

Dari hasil tinjauan Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut, selama tiga hari pelaksanaan UNBK di Jawa Barat termasuk Cianjur berjalan dengan baik. Dia mengakui adanya SMK yang belum menyelenggarakan UNBK disebabkan oleh kurangnya komputer di masing-masing sekolah.

“Memang masih ada, tapi ke depan kami harapkan seluruhnya sudah bisa melaksanakan UNBK. Kalau di tahun ini sudah lancar, tidak ada kendala apapun,” tandasnya. Ismat/Syamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco