Animo Tinggi Warga Dan Desa Bangun SMP

oleh

KADUPANDAK | Harian Waktu – Jauhnya lokasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dari Desa Sindangsari, Kecamatan Kadupandak membuat pihak desa dan masyarakat untuk mendirikan SMP. Apalagi animo masyarakat Desa Sindangsari untuk menyoklahkan anak-anaknya ke jenjang tingkat SMP cukup tinggi.

Akhirnya berdirilah Sekolah Menengah Pertama Islam Miftahul Huda (SMP IMH) di Jalan Kuwu Desa Sindangsari Kecamatan Kadupandak. Bahkan tidak terasa SMP IMH sudah memiliki siswa kelas tujuh dan delapan sebanyak 142 siswa.

SMP IMH yang lokasinya berdekatan dengan kantor Desa Sindangsari meski terbilang masih muda terus berbenah diri demi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur. Kerjasama antara masyarakat, dengan Kepala Desa (Kades) serta pihak Yayasan dan juga dewan guru menjadikan sekolah pilihan utama bagi masyarakat disekitarnya.

Kades Sindangsari, Asep Supiandi menjelaskan bahwa SMP IMH berdiri sejak tahun 2015 atas prakarsa masyarakat yang mengeluh tidak adanya SMP terdekat yang bisa menampung anak-anaknya. Keinginan masyarakat tersebut lalu diperjuangkan oleh pihak desa dan disambungkan dengan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Huda yang beralamat di Kampung Kawunggading di Kecamatan Cugenang.

Asep Supiandi pun menjelaskan, keinginannya beserta masyarakat supaya lembaga pendidikan itu bisa dikelola secara mandiri oleh masyarakat Desa Sindangsari. Hal tersebut untuk meminimalisir jangkauan yang terlalu jauh antara lokasi sekolah dengan pihak yayasan.

Salah seorang guru di SMP IMH, Teti Partini menerangkan soal keseriusan pihak dewan guru dan masyarakat yang berkehendak untuk jauh lebih memajukan kualitas pendidikan terhadap anak didiknya.

Menurut Teti, selain dari mata pelajaran utama, SMP IMH pun melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Marcingband serta pengajian kitab karangan ulama Shalafus Salih atau yang lebih dikenal dengan sebutan kitab kuning.

Teti yang mengajar mata pelajaran Tata Boga ini mengutarakan bahwa SMP IMH mempunyai jumlah murid sebanyak 142 untuk dua kelas tujuh dan delapan. Dirinya memperkirakan akan adanya penambahan jumlah murid untuk tahun ajaran baru mendatang. Sedangkan gedung kelasnya sendiri, sekarang ini masih dua ruangan kelas untuk tiap-tiap angkatan.

“Tahun ajaran mendatang kami mungkin harus menambah lagi jumlah kelas. Hal ini karena animo masyarakat begitu tinggi,” ujarnya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco