Jalan Rusak Berat Penumpang Bus Mabuk

oleh

KADUPANDAK | Harian Waktu – Jalan utama Kecamatan Kadupandak sepanjang 10 Km butuh perhatian Pemerintah karena kondisinya cukup memprihatinkan. Jalan kecamatan mulai dari Desa Sukasari sampai pusat Kecamatan Kadupandak yang berjarak sekitar 10 kilometer butuh perhatian dari pemerintah. Kondisinya yang bergelombang dan berlobang hampir sepanjang jalan menyulitkan para pengguna jalan baik itu kendaraan pribadi ataupun umum.

Salah seorang sopir bus Cianjur – Kadupandak, Dadan (37) mengeluhkan rusaknya jalan tersebut hingga membuat perjalanan terganggu. Sudah bisa dipastikan setiap perjalanan telat satu jam dari jadwal yang biasa dipakai para sopir bus. “Biasanya dulu perjalanan dari Desa Sukasari ke Kecamatan ditempuh cuma satu jam. Sekarang​ dengan kondisi seperti ini saya tempuh selama 2 jam,” ujarnya.

Jalan berlobang dan bergelombang juga membawa dampak tersendiri bagi para penumpang. Akibat jalan rusak yang berluang dan bergelombang penumpang bus yang muntah meningkat. Dulu, setiap perjalanan mungkin cuma satu atau dua orang saja penumpang bus yang muntah bahkan jarang sekali dan tidak ada penumpang yang muntah. Sekarang, dengan kondisi jalan butut seperti ini minimalnya jadi bertambah kalo penuh ada dua hingga lima orang yang mabok perjalanan. “Bagaimana tidak mabuk, jalan butut seperti ini badan penumpang turut terombang-ambing​ selama dua jam,” tambah Dadan.

Padahal belum satu tahun adan perbaikan tapi karena pemborongnya tidak benar, nakal belum lama berselang sudah hancur lagi jalannya. Dadan berharap agar Bupati Cianjur segera memperbaiki kondisi jalan utama kecamatan Kadupandak. Tentunya dengan memperhatikan trek record pemborong yang akan membangunnya.

“Jangan dikasihkan sama pemborong yang sebelumnya, karena hasil pekerjaannya jelek cepat rusak lagi,” pungkasnya.

Hal senada juga dituturkan oleh warga Kampung Cinangka RT 001 RW 001 Desa Talagasari, Ruskandi (46) mengatakan, sebagai seorang guru, dirinya diharuskan sering bolak balik ke Cianjur untuk mengikuti pelatihan ataupun melaporkan perihal sekolah ke pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Betul-betul jengkel dengan kondisi jalan utama kecamatan yang seperti ini,” ucapnya.

Sekarang ini menurutnya, kalau pakai mobil harus ekstra hati-hati dan merayap. Waktu yang ditempuhpun jadi bertambah lama satu sampai dua jam. Dulu saat jalan baik sudah bisa diprediksi lamanya waktu dari tempat tinggalnya ke Cianjur kota hanya 3,5 jam saja. Sekarang dengan kondisi jalan bergelombang dan berlombang hitungan waktunya bisa sampai 5 jam.

Ruskandi pun berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk segera memperbaiki jalan utama Kecamatan Kadupandak. “Ya, mohon disegerakan saja perbaikannya,” katanya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco