Penjual Bajigur dan Bandros Yang Ulet Ternyata Seorang Guru SD

oleh

CIANJUR | Harian Waktu – Siapa yang belum pernah menyeruput bajigur panas-panas? Kalau belum, rugi. Minuman tradisional khas Sunda ini rasanya tidak kalah lezat dan menyegarkan dengan minuman modern.

Minuman ini biasanya disajikan saat hangat. Untuk melengkapi kelezatan minuman ini biasanya ditambah kolang-kaling. Makanan pendamping minuman ini adalah kacang rebus, ubi rebus, klepon, atau yang lainnya.

Tapi di Cianjur ada kombinasi bajigur yang rasanya membuat kita ketagihan. Pedagang bajigur yang biasa mangkal di sekitaran Jln. KH. Abdullah Bin Nuh ini, memadukan bajigur dengan makanan tradisional Bandros, rasanya memang sangat pas di lidah dan pasti nya membuat perut kita jadi kenyang.

Menurut Dadan Mukadas (42), pedagang bajigur tersebut yang juga merupakan seorang Guru di SDN. Peteuy Condong 1, resep memadukan bajigur dengan bandros dia dapatkan dari neneknya yang juga seorang pembuat kue bandros.

Dadan menyebutkan bahwa bajigur dan bandros ini dibuat se original mungkin supaya tidak menghilangkan cita rasa asli nya. “Semua bahan yang saya gunakan yaitu bahan yang terbaik dan tanpa pemanis buatan, yakni santan, gula merah, gula pasir, garam, daun pandan yang direbus dengan api sedang  dan  diaduk terus sampai matang dan harum,” sebut Dadan.

Bisnis ini ia jalani sejak keluar sekolah SMA yaitu pada tahun 1992 hingga saat ini. Bahkan berkat dia berjualan bajigur ia bisa lulus kuliah hingga menjadi seorang guru seperti sekarang ini.

Menurutnya bisnis ini memang bisnis yang menjanjikan, kaerna pada jaman sekarang ini sudah jarang orang yang menjual bajigur dan bandros, sedangkan peminatnya masih banyak.  “Kadang saya keteteran juga menjalani 2 profesi sekaligus. Pagi saya mengajar dan sore saya berjualan. Saya pernah pake karyawan hingga 9 kali gonta–ganti namun belum ada yang menetap. Yah mungkin karna mereka tidak punya jiwa pedagang yang kuat sehingga ketika sepi mereka menyerah,” terang Dadang.

Menjadi seorang pedagang bajigur yang ia jalani selama 32 tahun, tidak akan Dadan tinggalkan karena baginya ini adalah asal usulnya. Dan profesi menjadi seorang Guru pun tidak mungkin ia tinggalkan, karena mencerdaskan anak bangsa adalah sebuah kewajiban baginya.

“Tak jarang teman sesama guru dan beberapa kepala sekolah yang saya kenal jajan di tempat saya ini. Ada sebagian dari mereka yang memberikan suport dan ada juga yang bicara sediki miring. Namun saya tak pernah hiraukan orang yang bicara miring. Itu berarti mereka tidak mampu menjadi seperti saya,” kata Dadan.

Banyak sekali harapan Dadan untuk usaha ini, kedepannya ia berharap memiliki ruko dengan desain sunda yang dipadukan dengan desain minimalis modern. Dadan berharap jika nanti sudah punya ruko, pengunjungnya lebih banyak dan ia memiliki orang kepercayaan untuk mengurusi ruko bajigur bandrosnya, sehingga ia bisa lebih fokus untuk menjadi seorang pengajar. Asep Hendrayana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco