Pendaki Alami Cidera, Tim Relawan Dan PMI Lakukan Evakuasi

oleh

SUKABUMI | Harian Waktu – Pendaki yang tergabung ke dalam open trip mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Kota Sukabumi, mengalami sakit dan cidera serius saat melewati jalur Cileutik dan Gumuruh di kawsasan Gunung Putri Kabupaten Bogor. Dua diantaranya tidak bisa melanjutkan perjalanan karena mengalami cidera serius. Ketigabelas pendaki itu, tergabung dalam satu kelompok, dan terdiri dari empat laki-laki, dan sembilan perempuan.

“Kami mendapati laporan adanya pendaki yang mengalami luka cukup serius tengah melakukan pendakian di Taman Gunung Nasional Gede Pangrango (TNGGP). Namun, mereka masuk melalui jalur Gunung Putri Bogor,” ujar Kepala Resort Salabintana TNGGP, Dedi Maryadi, kemarin.

Atas laporan tersebut, ujar Dedi, pihaknya langsung membentuk tim untuk melakukan evakuasi, yaitu dari relawan Phantera, dan beberapa petugas. “Setelah membentuk tim, kami dapati informasi kalau pendaki bergabung dengan pendaki lainnya, dan menjadi satu kelompok dari empat kelompok pendaki. Dan itu sangat bagus sekali, karena bila pendakian perbekalannya kurang bisa membantu kelopok lainnya,” ujarnya.

Pihaknya menyarankan, agar para pendaki yang melakukan pendakian, apalagi perbekalan kurang untuk bergabung bila di dalam perjalanan menemukan kelompok pendaki lainnya.

sementara itu, Ketua Kelompok Riyan Sufiandi (22) mengatakan, sebenarnya tidak ada apa dari kelompoknya. Namun, hanya saja ada yang kram kaki dan mengeluh sakit di selankangan. Dan itu bukan jatuh parah. hanya saja, jalanan licin mungkin terpeleset. Dan setelah sempat menginap, rombongan itu memutuskan melanjutkan perjalanan pulang dengan menempuh jalur pendakian Taman Nasional Selabintana.

“Kami sempat berisirahat guna memulihkan anggota yang cidera. Karena tidak bisa bergerak, kami turun meminta pertolongan ke Pos Volunteer Panthera Taman Nasional Selabintana,” ujar Riyan Sufandi, pintu masuk Resort Salabintana, kemarin.

Riyan melanjutkann, jarak tempuh dari lokasi istrahat ke Pos Volunteer, memakan waktu lima jam perjalanan, pada ketinggian 1.500 diatas permukaan laut (dpl). “Saya bersama teman bernama Ineukeu (20) tiba di Pos Volunter sekiat pukul  18.16 WIB. Kami bertemu ketua Pos Volunteer dan menceritakan kondisi kedua teman kami,” cetusnya.

Atas laporan itu, sebut dia, tim dari Pos Volunteer membentuk tim evakuasi yang tediri dari lima orang yang dipimpin Abah (48). Tim kemudian mulai bergerak dan melakukan pendakian. Sekitar pukul 23.10, tim evakuasi berhasil sampai dititik penjemputan.

Abah menerangkan, melihat kondisi medan yang begitu sulit, kemungkinan upaya evakuasi akan dilakukan sebanyak dua kali. Apalgi, sebut dia, pendaki dan tim tidak membawa logisdtik yang mencukupi.

“Kami kemudian berkoodinasi dengan tim Palang Merah Indonesia (PMI). Sebab logistik para pendaki menipis. Bahkan saat turun, tim evakuasi juga mengalami cidera akibat beratnya medan yang dilalui.

Salah satu pendaki yang cidera, Dini ariyanti (25), sebut dia,  membutuhkan perawatan medis akibat cidera serius yang dialaminya. Rezki Adisty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco