Proyek Pembangunan BIJB Fisik Ditargetkan Selesai November 2017

oleh

Siapa yang Kelola BIJB?

 

BANDUNG | Harian Waktu – Siapa pihak yang nanti bakal mengelola Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, hingga saat ini belum dapat dipastikan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady mengatakan, sampai sekarang baik Pemprov Jabar maupun Pemerintah Pusat belum mengambil keputusan final soal pengelolaan BIJB. Apakah kewenangannya dilimpahkan kepada apakah Pemprov Jabar atau Pemerintah Pusat.

“Sampai sekarang belum ada kepastian pihak mana yang mempunyai kewenangan mengelola bandara. Komisi IV DPRD Jabar sendiri sudah berkonsultasi, baik dengan pihak Kemendagri maupun Kemenhub serta Kemenko Kemaritiman terkait pengelolaan BIJB,” jelas Daddy.

Melalui konsultasi tersebut, kata Daddy, pihaknya sudah memperoleh gambaran dari Kemenhub. Jika mengacu pada Undang-Undang No 1/1999 tentang Perhubungan, kewenangan mengelola bandara merupakan otoritas pemerintah provinsi.

Namun regulasi UU No 1/1999 menjadi tumpang tindih, sebab dari hasil konsultasi dengan Kemendagri, pengelolaan bandara tidak diperbolehkan dilaksanakan oleh pemerintah provinsi.

Atas pertimbangan tersebut, maka untuk mendukung finalisasi, Komisi IV mengkonsultasikan soal kewenangan siapa yang berhak mengelola bandara. Namun hingga saat ini jawaban dari Kemenko Kemaritiman.

“Tapi yang patut diingat ada hal lebih penting dibandingkan soal kepastian siapa nantinya mengelola BIJB. Yang penting BIJB bisa beroperasi di Jabar dan memberikan manfaat yang cukup besar untuk pembangunan di Jabar,” tegasnya.

Proyek pembangunan BIJB secara fisik ditargetkan selesai November 2017. Dengan target waktu itu, sejumlah pihak mulai menggenjot dan memastikan segala persiapan, termasuk fasilitas pendukung. Seperti yang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Dirut PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra mengatakan total kebutuhan listrik untuk Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka diperkirakan 70 megawatt (MW).

“Untuk tahap pertama itu, kebutuhan listriknya 15 megawatt, tapi kalau secara keseluruhan kebutuhan listik Bandara Kertajati di angka 70 megawatt,” kata Virda Dimas Ekaputra usai penandatangan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan kapasitas 15 megawatt dengan PT PLN di Bandung, belum lama ini.

Dimas menuturkan PT BIJB berencana membangun pembangkit listrik sendiri. “Ada rencana bangun pembangkit listrik sendiri, terutama untuk kawasan Aerocity-nya. Memang bagusnya (untuk pasokan listrik) ada tiga back up-nya itu. Jadi kami punya genset, PLN sama power plant,” ungkapnya.

Ia menuturkan hingga saat ini pihaknya masih membahas rencana pembangunan power plant (pabrik pembangkit listrik) tersebut. “Power plant sampai sekarang masih proses, karena itu ternyata tidak gampang prosesnya Prosesnya luar biasa,” paparnya.

Menurut dia, dengan adanya kerjasama antara PT BIJB dan PT PLN tersebut maka direncanakan pada Juli 2017 akan melakukan proses testing commissioning. Nur Cahyani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco