Puluhan Komputer di SMAN 1 Mande Digondol Maling

oleh

Ratusan Siswa Menunggu UNBK Selama Dua Jam

MANDE | Harian Waktu – Sedikitnya 34 komputer untuk dipakai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 1 Mande di bobol maling. Akibatnya, ratusan siswa yang melakukan UNBK terpaksa harus menunggu ujian selama dua jam.

Informasi yang berhhasil dihimpun, peristiwa dibobolnya puluhan computer tersebut, terjadi sekitar pukul malam dini hari. Namun, diketahui setelah sekitar pukul 06.00 WIB, informasi dari piket jika puluhan komputer hilang.

Kepala Sekolah SMAN 1 Mande, Toto Suharya mengatakan, prosudur untuk pengamanan sudah di laksanakan dimalam hari. Bahkan, kata dia, hal tersebut telah di wanti-wanti ke sejumlah seluruh kepala sekolah yang melaksakan UNBK untuk melakukan pengamanan komputer berdasarkan intuksi dari atasan.

“Kami sudah di intruksikan oleh Pak Kepala Seksi (Kasi) Disdik, untuk menjaga, karena ada pencurian di wilayah Tangerang. Di sekolah saya komonikasi, sekitar pukul 03.00 WIB, piket masih berjalan dan keadaan masih aman. Namun, ketika pagi-pagi jam enam pagi sudah kejadian,’ ujarnya.

Setelah dilakukan pengecekan, kata dia, sebanyak 34 unit komputer raib di gondol maling. Dan, komputer tersebut, kata dia,  untuk dipergunakan UNBK dan sudah di set dengan proctor pukul 08.00 WIB sudah selesai dan sudah di operasikan.

Setelah melihat hal itu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terdekat, yakni SMKN 1 Karangtengah. “Kami meminta izin agar bisa menggunakan komputer untuk di gunakan UNBK anak-anak saya. Dan Allhamdulillah di izinkan, jadi anak-anak bisa ujian,” katanya.

Dia juga mengaku, tiga server yang ada di sekolah tersebut juga tidak diambil, sehingga aplikasi dan data masih ada di sekolah. “Jadi kami tinggal melakukan penyettingan ulang, selain itu saya juga sudah koordinasi dengan pihak proctor Jakarta, dan memberikan waktu luang sampai pukul 20.00 WIB malam, agar ujian anak-anak tidak terkurangi,” ungkapnya.

Kepala Bidang SMA/SMK Disdik Jawa Barat, Dadang Rahman mengatakan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak balai. Dan keduanya, kata dia, pihaknya langsung turun ke lokasi mencari sekolah terdekat untuk bisa dipakai UNBK.

“Di lokasi ada sekolah terdekat, yaitu SMKN 1 Karangtengah. Dan Alhamdullilah server tidak di ambil, jadi siswa bisa melakukan ujian di sekolah lain,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, yang paling krusial adalah pengamanan. Makanya, tegas dia, pihaknya mengintuksikan kepada sekolah untuk meningkatkan pengamanan piket di sekolah. “Bukan untuk di Cianjur saja, tapi untuk Jawa Barat dan kembali untuk meningkatkan pengamanan piket harus lebih serius kepada sekolah-sekolah untuk piket siang malam bila perlu tidur di lokasi dan kordinasi dengan pengamanan setempat dengan polsek dan polres,” tegasnya.

Selanjutnya, kata dia, raibnya sebanyak 34 komputer, akan kembali di penuhi dengan jumlah yang sama. “Mudah-mudahan kami ajukan dan terpenuhi,” harapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan ke sejumlah ruangan  yang akan dipergunakan UNBK. Setelah dilakukan pemeriksaan petugas, pencuri membawa puluhan komputer tersebut diduga dengan cara membongkar teralis pintu dan dan jendela ruangan. Bahkan, diduga pencuri tersebut berjumlah lebih dari satu orang. Syamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco