Pinjam 40 Unit Laptop ke Sekolah Lain, UNBK SMAN 1 Mande Berjalan Normal

oleh

MANDE | Harian Waktu – Pasca hilangnya puluhan komputer sekolah di SMAN1 Mande, akhirnya ratusan siswa bisa melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada hari kedua dengan normal. Hal itu setelah pihak sekolah menggunakan laptop fasilitas pinjaman sebanyak 40 unit.

UNBK di SMAN1 Mande pun dilakukan dengan dibagi dua sesi, yakni dari jam delapan pagi hingga jam empat sore nanti. Di hari kedua UNBK, para siswa siswi mengerjakan soal matematika secara online.

Kepala Sekolah SMAN 1 Mande Toto Suharya mengatakan, untuk mengurangi beban psikologis para siswa siswi dalam UNBK, pihak sekolah, kata dia, terpaksa meminjam laptop dari sekolah lain. Hal ini dilakukan untuk memperlancar jalannya UNBK agar siswa bisa fokus dan berkonsentrasi.

“Saya berharap di hari kedua ini, para siswa siswi bisa berkonsentrasi dan fokus mengerjakan soal matematika secara online. Karena, dengan kejadian raibnya 34 komputer sekolah, Senin (10/4) kemarin, ratusan siswa nyaris tidak bisa mengikuti UNBK. Tapi Alhamdulillah, para siswa terus semangat dalam mengerjakan soal ujian,” ujarnya.

Sementara, guna keamanan, pihak sekolah terpaksa melakukan sistem buka pasang unit laptop selama ujian masih dilaksankan hingga hari Kamis (13/4) mendatang.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 34 komputer untuk dipakai UNBK di SMAN 1 Mande di bobol maling. Akibatnya, ratusan siswa yang melakukan UNBK terpaksa harus menunggu ujian selama dua jam.

Peristiwa dibobolnya puluhan komputer tersebut, terjadi sekitar pukul malam dini hari. Namun, diketahui setelah sekitar pukul 06.00 WIB, informasi dari piket jika puluhan komputer hilang.

Kepala Sekolah SMAN 1 Mande, Toto Suharya mengatakan, prosudur untuk pengamanan sudah di laksanakan dimalam hari. Bahkan, kata dia, hal tersebut telah di wanti-wanti ke sejumlah seluruh kepala sekolah yang melaksakan UNBK untuk melakukan pengamanan komputer berdasarkan intuksi dari atasan.

“Kami sudah di intruksikan oleh Pak Kepala Seksi (Kasi) Disdik, untuk menjaga, karena ada pencurian di wilayah Tangerang. Di sekolah saya komonikasi, sekitar pukul 03.00 WIB, piket masih berjalan dan keadaan masih aman. Namun, ketika pagi-pagi jam enam pagi sudah kejadian,’ ujarnya.

Kepala Bidang SMA/SMK Disdik Jawa Barat, Dadang Rahman mengatakan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak balai. Dan keduanya, kata dia, pihaknya langsung turun ke lokasi mencari sekolah terdekat untuk bisa dipakai UNBK.

“Di lokasi ada sekolah terdekat, yaitu SMKN 1 Karangtengah. Dan Alhamdullilah server tidak di ambil, jadi siswa bisa melakukan ujian di sekolah lain,” ujarnya. Syamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco