Akibat Guyuran Hujan Lebat di Kota Sukabumi, Infrastruktur di 34 Titik Rusak

oleh

SUKABUMI | Harian Waktu – Sejumlah infrastruktur bangunan dan jalan terdampak banjir bandang dan longsor akibat hujan deras yang terjadi di Kota Sukabumi, pada Selasa (11/4) lalu. Bangunan yang terdampak berupa rumah, perkantoran dan hotel itu tersebar di sejumlah kecamatan.

Berdasarkan data dari BPBD Kota Sukabumi, terdapat sembilan titik banjir dan longsor yang tersebar di empat kecamatan yakni Citamiang, Cikole, Gunungpuyuh, dan Warudoyong. Sebanyak lima titik banjir bandang, dan empat titik longsor.

Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, mengatakan sebanyak 34 infrastruktur yang terdampak bencana tersebut, yakni 10 rumah terendam di Jalan Otista, Kecamatan Citamiang, satu perkantoran dan hotel terendam  di Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Warudoyong, Sebanyak tujuh rumah terendam di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Cikole, Akses jalan terendam di Cijangkar, Kecamatan Citamiang, dan 10 rumah di Kecamatan Gunungpuyuh. “Banjir bandang ini tidak terlalu lama. Sekitar 30 menit air sudah surut kembali,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin

Sementara yang terdampak longsor ada sebanyak satu rumah rusak sedang dan lima rumah terancam di Perumahan Prana, Kecamatan Cikole. Satu rumah mengalami rusak sedang dan dua rumah terancam di Perumahan Taman Asri, Kecamatan Cikole, Satu rumah rusak sedang dan delapan terancam di Babakan Bandung, Kecamatan Cikole. Selain rumah, satu jalan tertutup longsoran di Kecamatan Gunungpuyuh.

Bencana yang terjadi di Kota Sukabumi diakibatkan berbagai hal. Satu diantaranya akibat drainase yang tidak berfungsi seutuhnya. Selain itu, pembangunan yang tidak teratur. Oleh karena itu, penyelesaian harus berkoordinasi dengan berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD). “Bencana ini tidak bisa diatasi oleh satu SKPD, namun harus bersama-sama dengan SKPD lainnya yang terkait,” ungkapnya.

Kerugian akibat kerusakan sendiri, kata Zulkarnain belum dapat ditaksir. Pasalnya, sampai saat ini BPBD masih mendata berbagai kerusakan yang terjadi. “Kami belum bisa menaksir kerugian. Saat ini masih mendata jumlah kerusakan,” terangnya

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Jalan dan Jembatan Dinas Perhubungan dan Bina Marga Kota Sukabumi, Novian Restiadi, mengakui ketidakoptimalan drainase menjadi salah satu penyebab banjir bandang di sejumlah titik. Meskipun masih banyak faktor lainnya yang turut mempengaruhi hal tersebut.

“Selain tidak optimalnya drainase perkotaan yang ada atau segmentasi tanah dan pasir menutupi drainase, penumpukan sampah di gorong gorong, titik dimenasi drinase tidak sesuai dengan perkiraan segmen area atau lintasan air hujan yang seharusnya bisa ditampung drainase, dan beberapa titik drainase tidak berfungsi, rusak atau tertutup menjadi penyeba lainnya terjadi banjir bandang,” paparnya

Sementara ini, penanganannya secara priodik melalui tenaga tim, Mereka rutin pemantauan dan pembersihan,”Alhamdulillah

lumayan membantu dan diharapkan tidak hanya kami partisipasi masyarakat juga penting agar tidak membuang sampah sembarangan,”pungkasnya. Mochamad Pajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco