Jokowi Ingin Indonesia yang Kompetitif

oleh

 

BANDUNG | Harian Waktu – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat Kota Bandung di Lapangan Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, kemarin.

Bantuan dari pemerintah tersebut, di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada warga masyarakat Kota Bandung.

Pembagian KIP dan KIS, PKH dan PMT ini bertujuan untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Presiden Jokowi mengatakan dia ingin anak-anak Indonesia bisa bersaing dan tidak kalah berkompetisi dengan anak-anak negara lainnya, sehingga saat ini Pemerintah fokus terhadap pembenahan kualitas generasi mulai dari ibu hamil (anak masih dalam kandungan).

Jokowi juga menekankan mengenai penerapan KIS. Bagi masyarakat yang memiliki KIS, mereka berhak atas pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit. Untuk itu, Jokowi minta bagi masyarakat yang memiliki KIS namun tidak mendapat layanan atau pelayanan kesehatan tidak baik di Puskesmas atau RS agar melaporkan hal tersebut kepada Pemerintah.

“Karena yang pegang ini (KIS) bukan nggakbayarloh ya, rakyat memang nggak bayar, betul. Tapi pemerintah membayar rumah sakit, jangan keliru. BPJS nih yang bayar ke rumah sakit. Jadi apa-apa tuhbayar. Kalau dilayani nggak baik hati-hati, dokternya hati-hati, direktur rumah Sakitnya hati-hati. Kalau diulang-ulang terus (pelayanan tidak baik) saya akan perintah dicopot,” jelas Jokowi.

Terkait KIP, Jokowi meminta setiap siswa yang mendapat KIP agar bisa menggunakan program bantuan tersebut dengan baik untuk program pendidikan, seperti membeli buku, sepatu, seragam, tas, dan lainnya. Melalui KIP, setiap siswa SD mendapat bantuan Rp450.000/tahun, siswa SMP sebesar Rp750.000/tahun, serta siswa SMA/SMK sebesar Rp1.000.000/tahun.

“Untuk beli pulsa tidak boleh. Kalau tahu uang yang dari KIP dipakai buat beli Pulsa, akan dicabut kartunya, ya. Kita janjian ya. Karena ini setiap tahun akan diberikan,” ucap Jokowi.

Sementara untuk PMT dimulai dari ibu hamil, balita, dan anak usai sekolah. Makanan berupa biskuit penuh gizi ini punya aturan dalam konsumsinya. Jokowi mengatakan makanan ini diberikan sebagai investasi jangka panjang. Untuk ibu hamil umur kandungan  1-3 bulan cukup memakan biskuit dua keping/hari, dan kandungan 4-9 bulan tiga keping/hari. Sementara untuk balita umur 6-11 bulan delapan keping/hari, umur 1-5 tahun 12 keping/hari, dan untuk anak usia sekolah cukup memakan enam keping/hari.

Untuk PKH setiap keluarga diberikan Rp1,89 juta. Namun, bisa diambil empat kali di bank yang sudah ditunjuk pemerintah. Masyarakat penerima PKH untuk pertama kali bisa mengambil bantuan ini Rp500.000. Jokowi mengungkapkan PKH ini bisa tidak digunakan atau disimpan sebagai tabungan.

Penyerahan KIP, KIS, PMT, dan PKH ini merupakan rangkaian kunjungan kerja dua hari Presiden Jokowi di Jabar. Selain itu, pada hari pertama kunjungannya ini Jokowi akan meninjau Teras Cihampelas Kota Bandung, juga menyerahkan sertifikat tanah di Batununggal, Buah Batu, Kota Bandung.

Rencana agenda hari kedua, Jokowi dijadwalkan akan berkunjung ke Kota dan Kabupaten Cirebon untuk menyerahkan KIP, KIS, PKH, dan PMT, serta bersilaturahmi dengan para tokoh dan ulama Cirebon.

Sementara itu Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengatakan bahwa pada kesempatan ini dibagikan sebanyak 157 KIS, 250 KIP, Kejar Paket A, B, dan C untuk 440 orang terdiri dari 100 paket SMK, 239 PKH masing-masing akan menerima Rp1.890.000/tahun, serta PMT untuk anak-anak balita sebanyak 100 orang, 100 ibu hamil, dan anak-anak sekolah 100 orang. Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco