Pengrajin Miniatur Butuh Perhatian Pemerintah

oleh

WARUNGKONDANG | Harian Waktu – Miniatur adalah tiruan suatu objek yang sama persis dalam bentuk yang lebih kecil. Dalam bahasa sehariannya miniatur juga disebut sebagai maket atau replika. Kerajinan Miniatur  merupakan kerajinan tangan yang sangat unik  dengan berbagai macam pilihan bahan dan design yang sangat menarik  dengan ketelatenan dari pengrajin dan patut untuk diperhatikan.


Salah seorang pengrajin miniatur asal Cianjur  Dadang Syarifudin (28) warga asal Kamp. Menak Ds. Sukawangi Kec. Warungkondang mampu membuat berbagai miniatur dengan kemiripan hampir sama karena dibuat sedetail mungkin mirip dengan aslinya. Miniatur yang telah dibuat Dadang antara lain motor, mobil, pesawat terbang dan perahu. Pemesan miniatur hasil karya Dangdang ini tidak hanya datang dari Kabupaten Cianjur, namun dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya sudah menggeluti usaha ini sejak 4 tahun yang lalu, dengan modal hobi dan peralatan yang seadanya. Miniatur  yang pertama saya bikin adalah motor  dengan pengerjaan selama 2 hari dan sekarang saya lebih sering membuat miniatur  perahu karena kebanyak permintaan dari konsumen adalah  minitur perahu, ” kata Dangdang yang biasa akrab di panggil Odeng saat ditemui HarianWaktu di rumahnya.

Karya seni miniatur buatan Dadang di bandrol mulai dari harga 25 ribu rupiah sampai ratusan ribu rupiah. Dalam satu minggu Odeng  bisa menghasilkan 3 buah miniatur motor dan dua buah miniatur perahu ukuran besar dengan jenis perahu Pinisi dan perahu Majapahit.

“Sebetulnya saya bisa memproduksi miniatur ini lebih cepat dan lebih banyak, jika di dukung dengan peralatan yang memadai. Saat ini saya masih menggunakan alat yang alakadarnya saja bahkan untuk proses pengecatan saja saya masih menggunakan semprotan kaleng,” ucap Odeng.

Odeng mengungkapkan, bahwa dirinya sudah berhubungan dengan pihak pemerintah khususnya instansi terkait, namun sampai saat ini belum juga ada yang diterima.

“Saya sangat berharap sekali bisa dibantu oleh pemerintah baik itu secara permodalan ataupun pemasaran. Karena selain keterbatasan di modal saya juga mempunyai kesulitan didalam pemasaran,” keluh Odeng.

Odeng menerangkan bahwa  karya seni miniaturnya ini adalah sebagai ladang usaha bagi dirinya. Dan keberlangsungan ekonominya sangat tergantung dari hasil penjualan miniatur tersebut. Jadi menurutnya pengembangan usahanya ini sangatlah penting dan bantuan dari pihak terkai terutama pemerintah sangatlah dia harapkan. Asep Hendrayana 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco