Ribuan Burung Digantangkan di Piala Pasundan

oleh

CIMAHI | Harian Waktu – Lapangan upacara Pusdik Bekang, Kota Cimahi mendadak riuh dengan kicauan.000an burung berkicau yang berlomba memperebutkan Piala Pasundan dan hadiah ratusan juta rupiah serta satu unit kendaraan roda empat sebagai hadiah juara utama.

Di tiap penjuru dipenuhi oleh para komunitas pecinta burung dari berbagai pelosok di Indonesia. Lomba burung berkicau Piala Pasundan merupakan salah satu event yang cukup menyedot perhatian dan partispasi dari kicaumania, terutama di Jawa Barat.

Even yang dilaksanakan Radjawali Bird Club (BC) Indonesia DPD Priangan Timur ini digagas Prio Sutrisno ini berlangsung di Pusat Pendidikan Pembekalan Angkutan (Pusdik Bekang) TNI-AD, Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, kemarin..000an ekor burung beradu kicau di lapangan Pusdik Bekang. Para kontestan yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia berlomba di beberapa kategori.

Dalam perlombaan ini, Radjawali Indonesia menjamin kualitas juri yang dilibatkan. Dalam penggantangan (menggantungkan sangkar burung untuk lomba), setiap perlombaan berjumlah 73 gantangan dengan juri 10-15 orang.

“Tiap tahunnya, perlombaan ini jadi event incaran bagi para pecinta burung. Pasalnya, jika burung mereka menang lomba, otomatis harga burungnya bisa melonjak puluhan kali lipat. Untuk soal teknis lapangan maupun penjurian, kami menggandeng Radjawali Indonesia,” ungkap Prio Sutrisno atau sering di panggil Om Prio.

Prio mengatakan, Piala Pasundan bukan hanya gelaran salah satu EO saja, tapi milik semua elemen kicaumania, terutama wilayah Bandung dan sekitarnya. “Piala Pasundan menjadi gelaran kebanggaan masyarakat Jawa Barat,” tambahnya.

Lomba ini dikemas secara khusus, menyesuaikan dengan perkembangan lomba burung kicauan dan tren terkini. Untuk kelas utama Pasundan panitia mematok harga tiket Rp750.00 dengan melombakan murai batu ring dan non-ring, di mana juara pertama memperoleh trofi Gedung Sate dan uang pembinaan Rp20 juta.

Di kelas Pondok 279 SF (Rp500.000) terdiri atas murai batu, lovebird, dan anis merah. Juara 1 berhak membawa pulang trofi Gedung Sate dan uang pembinaan Rp10 juta. Lima kelas lain juga dikemas tak kalah menarik.

“Untuk seluruh sesi, hadiah juara pertama dijamin keluar. Hanya saja juara kedua dan ketiga disesuaikan dengan jumlah peserta di setiap sesinya. Semua peserta boleh memakai sangkar dengan model dan merek apapun,” ungkap Prio.

Kelas Lovebird merupakan kategori yang paling banyak melibatkan peserta yang diselenggarakan dalam 17 sesi, terdiri atas tujuh sesi lovebird umum, enam sesi lovebird aksi bebas, serta empat kelas sesi balibu atau baby. Adapun murai batu digelar 10 sesi, dengan rincian dua kelas ring, enam sesi non-ring, dan dua sesi murai batu ekor hitam.

Trofi Gedung Sate diberikan kepada juara 1-3 di Kelas Pasundan, Pondok 279 SF, Omega Vit (tiket Rp300.000, hadiah juara 1 Rp5 juta), serta Radjawali (Rp200.000, juara 1 Rp3 juta). Trofi Maung Bandung diberikan kepada juara 4-10 (selain uang pembinaan) serta juara 1-3 di Kelas BnR Community (Rp150.000, juara 1 Rp2 juta), Ebod Strong (Rp100.000, juara 1 Rp1,2 juta), dan Parahyangan (Rp50.000, juara 1 Rp600.000). Kusnadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco