Berjualan Keliling Kota Besar Akhirnya Di Cianjur Juga

oleh

CIANJUR |  Harian Waktu – Jika anda melintas di jalan sekitaran RSUD Sayang, pasti anda melihat sebuah gerobak yang selalu di kerumunin para pembeli. Ternyata gerobak itu adalah milik Asep (35) warga asal Kamp. Kuta Ds. Wangun Kec. Cugenang, yang menjajakan dagangan kue Cucur, Pukis dan Dorayaki.

Sebelum berdagang di Cianjur Asep telah menjajakan dagangannya di kota Depok dan Bekasi selama 4 tahun. Namun karena kejenuhan bergelut di kota besar dan juga permintaan istrinya yang sedang mengandung anak ke 2, maka Asep memberanikan diri untuk menjajakan dagangan di tanah kelahirannya kota Cianjur.

“Sebenarnya pas mau buka di Cianjur sedikit ragu mengingat daya beli warga Cianjur kurang meminati kue basah apalagi kue cucur yang merupakan kue basah tradisional,” kata Asep.

Namun ternyata keraguan Asep untuk berdagang di Cianjur itu salah, sekarang tidak kurang 20 kilogram adonan yang ia buat, selalu habis terjual di buru para pembeli.

“Kalo habis semua maka keuntungan saya bisa mencapai 1 juta rupiah tapi memang tidak selalu habis tiap hari juga, rata–rata pendapatan saya dari hasil jualan kue basah ini 800 ribu rupiah setiap hari nya,” ucap Asep.

Kue Cucur, Pukis dan Dorayaki buatan Asep ini memang sedikit berbeda dengan kue sejenis yang di tawarkan pedagang lain. “Kue-kue ini memang memiliki rasa yang berbeda dari kue sejenis yang lainnya. Disini saya sedikit memberikan inovasi untuk kue buatan saya. Misalnya kue dorayaki yang di tempat lain hanya original, disini saya beri sentuhan rasa dengan toping keju, strawberry, anggur dan lain nya,” terang Asep.

Harapan besar dari Asep untuk usaha ini, kedepan ia bisa memiliki cabang di mana–mana dan lebih besar lagi harapannya ingin segera memiliki toko kue basah atau sejenisnya, agar dia tidak perlu repot lagi mendorong gerobak  saat mau jualan dan selesai berjualan. ●Asep Hendrayana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco