Dua Jempol untuk Piala Pasundan 2017

oleh

 

CIMAHI | Harian Waktu – Event Piala Pasundan tahun ini digelar cukup luar biasa, terutama dari segi animo peserta. Para pecinta burung, dari sejumlah kota/kabupaten tumplek di Piala Pasundan 2017, bahkan tak sedikit di antara mereka datang dari provinsi lain.

Gelaran yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan Pembekalan Angkutan (Pusdik Bekang) TNI-AD, Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi tersebut, sukses menyedot jumlah peserta hampir mencapai 4.000 dan hanya kurang 3 gantangan saja. Total peserta yang dilaporkan panitia hampir menembus 4.000, hanya kurang tiga atau tepatnya 3.997 peserta.

Untuk diketahui para peserta ini datang dari sejumlah provinsi, di antaranya Jambi, Padang, Lampung, Samarinda, Sambas, Bali, Madura, dan seluruh pulau Jawa.

Bahkan sejumlah penonton mengungkapkan, cukup takjub dengan penyelenggaraan Piala Pasundan, dimana pesertanya ramai. Hingga saat sesi terakhir, peserta masih full gantangan. Sejumlah burung papan atas turun di sini, membuat tiap kelas menjadi seru dan menarik untuk disaksikan. Wajar bila peserta dan penonton masih tetap berjubel hingga sesi terakhir dimainkan.

Sesi terakhir di lapang B berlangsung perlombaan untuk jenis kenari dengan jumlah peserta yang juga full. Perhitungan setelah sesi terakhir ini. Dengan masing-masing 32 kelas, atau semua 64 kelas, berarti tiap kelas rata-rata diisi oleh hampir 69 burung. Perlu dicatat, tiap lapang diisi oleh 77 gantangan.

Setelah lomba berakhir, sejumlah perwakilan dari komunitas cucak jenggot standar meminta tambahan kelas. Alasannya, yang kelas cucak jenggot isian main dua kali, sementara mereka hanya kebagian satu kelas, itu pun malam.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, permintaan itu pun ditolak. “Sudah terlalu malam, lapangan ini harus segera dibersihkan karena besuk pagi mau buat apel,” ujar Ketua Pelaksana Piala Pasundan 2017 Agung Warrior.

Meski sudah mengetahui bahwa permintaannya tidak dikabulkan, para jenggot mania itu juga tidak beranjak pergi. Awalnya belasan sangkar hanya ditaruh di bawah. Akhirnya mereka bersepakat menggantangkannya.

Begitu ada yang bunyi, mereka pun berteriak-teriak. “Nahhh…. ini baru standar, mana juri ayo turun….” begitu celetukan-celetukan yang keluar. Kadang-kadang juga ada aplaus tepuk tangan begitu ada yang nembak panjang, sambil pada tertawa lebar.

Pemandangan tersebut berlangsung sekitar 15 menit. Setelah itu, mereka bersepakat menurunkan sangkar, sambil bersama-sama melakukan applaus tepuk tangan, kemudian melakukan sesi foto bersama. Begitulah, salah satu bumbu dari Piala Pasundan yang begitu luar biasa, ditutup dengan “Aksi Damai” dari para jenggot mania standar yang masih ingin main sekali lagi.

Seperti diketahui, pada event Piala Pasundan 2017, panitia mematok tiket sebesar Rp750.000 dengan hadiah Rp20 juta (Murai & Murai Ring), tiket Rp500.000 dengan hadiah 10 juta, tiket Rp300.000 dengan hadiah 5 juta, tiket Rp200.000 dengan hadiah 3 juta, tiket Rp100.000 dengan hadiah Rp1,2 juta, tiket Rp50.000 dengan hadiah Rp600.000.

Sementara untuk juara 1 sampai 3 mendapatkan trofi Gedung Sate, 4-10 trofi Maung Bandung, BC Rp2 juta, SF 1 juta + trofi Maung Bandung serta doorprize sepeda motor.

Ratusan pecinta burung yang ikut lomba sudah datang pagi hari untuk mengurus pengambilan tiket, yang belum sempat mengambil pada hari Sabtunya. Tampak bagian tiketing berjubel. Kelas yang habis antara love bird, cucak hijau, murai batu, anis merah.

Jalannya lomba sesi pertama hening dari suara peserta atau penonton. Kelas branjangan full 70 peserta, ada pun kelas kolibri hanya kosong beberapa gantangan saja. Demikian pula dengan sesi kedua love bird dan pleci, lalu sesi ketiga murai batu dan love bird. Kusnadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco