Ramai di Medsos Lakukan Perzinahan dengan Istri Orang “Ngarayed”

oleh

Walikota Sukabumi Marah !!

SUKABUMI | Harian Waktu – Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz sangat marah, setelah muncul tuduhan di media sosial melakukan perzinahan terhadap istri orang, serta senang membongkar Pasar Pelita. Selain itu, Walikota juga di media sosial dengan empat pemilik akun FB menuduh “maruk” terhadap jabatan dan proyek.

Karena telah menganggu kehidupan pribadi dan keluarga serta kerabat Walikota, sehingga pihaknya melaporkan kasusnya ke Polres Kota Sukabumi. Pihaknya melaporkan empat pengguna akun media sosial Facebook ke pihak kepolisian Polres Sukabumi Kota. Pelaporan tersebut terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik yang mengarah kepada pribadi wali kota.

“Itu semuanya bisa dibaca di facebook ya, dan itu telah menyerang kehidupan pribadi saya. tidak menyerang terhadap kebijakkan atau kinerja saya, dan itu sudah keterlaluan. Tidak bisa “disabaran”. Saya sudah melaporkan kepada polisi, dan semuanya diserahkan kepada kuasa hukum,” papar Muraz, dengan nada sedikit tinggi, kemarin.

Dedy Fatius selaku kuasa hukum yang ditunjuk oleh Walikota Sukabumi mengungkapkan, pihaknya telah datang ke Polres Sukabumi, termasuk semua saksi dan semuanya diserahkan kepada polisi. Karena apayang dituduhkan tidak benar dan fitnah besar. “Sudah beberapa bulan, ada sekitar tiga hingga empat bulan didiamkan. Tapi malah terus menjadi-jadi, dan itu keterlaluan,” ujarnya.

Bahkan, kata Dedi, laporannya sudah diajukan sejak bulan lalu. Dari empat akun tersebut, satu diantaranya palsu.”Terlapornya dari unsur masyakarat dan yang lainnya,” ucapnya.

Dalam media sosial Facebook tersebut, kata Dedi, akun-akun tersebut menghina dan menjelek-jelekan secara persenal Wali Kota Sukabumi. Sehingga memaksanya untuk melaporkan hal tersebut. “Awalnya sih dibiarkan, namun semakin lama semakin jadi.Sampai ngebahas kalau Pak Muraz itu Ngaranyed (perzinahan dengan istri orang) dan hal lainnya,” paparnya

Dedi mengatakan, Pasal 27  ayat 3 dan ayat 4  Undang Undang Nomor 19 tahun 2016 atas Perubahan undang undang No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menyebutkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistrusikan dan/ataumentransmisikan dan/atau membuat dapat diakses informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan /atau pencemaran nama baik dapat dipidana. “Ancamannya 6 tahun,” ungkapnya.

Dedi mengaku sudah membawa sebanyak empat pakar saksi ahli mulai dari ahli bahasa indonesia, bahasa sunda, Ahli ITE dan hukum Pidana. Semua pakar saksi ahli tersebut didatangkan dari universitas ternama yang kredibel dan memiliki sertifikasi di bidangnya. ” Semua gelar mereka doktor, didatangkan dari perguruan tinggi favorit seperti UNDAP, UPI dan UI serta Kominfo Pusat,” jelasnya.

Sementara itu kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik ini sedang ditangani oleh Polres Sukabumi Kota. ” Kami sudah buat laporan sejak satu bulan lalu. Saat ini Polres masih proses penyidikan,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah mengantongi nama pemilik akun FB tersebut, namun Dedi belum bisa menyebutkannya saat ini. Pemilik akun itu merupakan warga Kota Sukabumi. “Nanti biar kepolisian yang menindaklanjutinya, yang jelas dari 4 akun FB itu ada yang asli pemiliknya dan juga akun buatan,” katanya. Rezki Adisty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco