Produk Berbahan Rotan Kurang Diminati Warga Cianjur 

oleh

CIANJUR | Harian Waktu – Produk-produk  kerajinan rotan sebagian besar di buat menjadi  alat-alat keperluan rumah tangga, seperti aneka wadah, tas sayur, dan tikar. Seiring berjalannya waktu dan pengembangan kini telah banyak pengrajin yang memproduksi berbagai mebel seperti kursi, meja dan pembatas ruangan hingga benda-benda penunjang kehidupan modern lainnya. Selain itu, kerajinan rotan pun telah dipadukan dengan bahan lain seperti kulit sehingga menghasilkan produk yang memenuhi unsur praktis tanpa melupakan nilai estetis.

Di Cianjur pun kini telah hadir beberapa mebel yang menawarkan produk berbahan rotan. Salah satunya adalah Gunung Jati Rotan yang bertempat di Jl. Raya Sukabumi. Harga yang mereka tawarkan untuk aneka kerajinan rotan ini pun bervariatif,  mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Tas dan wadah biasa dijual dengan harga seratus ribu atau bisa lebih mahal tergantung ukuran dan kerumitan motif yang ditawarkan.

Namun menurut Sukari pemilik Gunung Jati Rotan, daaya beli masyarakat Cianjur untuk barang-barang berbahan dasar rotan ini memang sangat kurang. Padahal harga yang ia tawarkan sudah sangat murah berbeda dengan harga di kota lain.

“Menurut saya orang Cianjur tidak terlalu berminat untuk membeli meja atau kursi berbahan rotan ini. Kadang ada beberapa yang datang cuma nanya–nanya doang tapi tidak jadi membeli. Dalam sebulan paling terjual 2 sampai 3 set aja, itu pun yang beli biasanya orang Jakarta yang membuat rumah atau tempat makan di cianju,” terang Sukarti.

Sukarti pun menambahkan, kalo untuk orang Cianjur sendiri paling beli keranjang parsel. Tapi itu terjadi dalam setahun cuma beberapa kali, biasanya menjelang Lebaran, Natal dan Tahun Baru.

Untuk satu kerangjang parsel dia jual 15 ribu rupiah. “Tahun kemarin saya bisa menjual 3000 keranjang saat menjelang Lebaran. Ya Alhamdulillah bisa menutupi kekurangan di bulan–bulan sebelumnya,” kata Sukati.

Dia tahun ini ia berharap bisa menjual keranjang–kerangjang parselnya dengan jumlah lebih banyak lagi dibanding tahun lalu agar dia biasa menutupi kurangnya pendapatan di bulan ini dan bulan–bulan yang lalu.

“Mudah–mudahan saja omzet saya taun ini bisa melebihi omzet Lebaran tahun kemarin,” harap Sukati.

Kini masyarakat mulai banyak beralih menggunakan keranjang parsel berbahan sintetis dan plastik. Asep Hendrayana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco