Mencari Jalan Keluar

oleh

BANDUNG | Harian Waktu – Hasil akhir adalah masalah yang paling disorot dari aksi perdana Persib Bandung pada laga pembuka Liga 1 musim 2017. Problem itu yang jadi tantangan skuat Maung Bandungsupaya bisa mendapatkan jalan keluar untuk mendapatkan kemenangan.

Di luar itu, Maung Bandung masih berada dalam skenario yang benar untuk mengarungi sisa kompetisi musim ini.  Asumsi tersebut diungkapkan bek tengah Persib Bandung Vladimir Vujovic.

Ketidaksanggupan meraup poin penuh di markas sendiri memanglah pencapaian minor. Namun menjadi lebih buruk lagi jika hasil minor itu dibarengi performa jelek yang tak menumbuhkan rasa optimistis di kalangan internal tim.

Vlado menilai, secara organisasi, Persib tampil baik saat berduel dengan Arema. Setiap pemain dari lini belakang sampai tengah juga berjuang dengan etos tinggi. Bahkan Michael Essien, mantan pemain Real Madrid yang kebugarannya masih belum prima, tampil militan dan sempat berulangkali melepas tekel-tekel sembari menjatuhkan diri.

“Secara kolektif, tim ini membaik. Aliran bola dari belakang ke depan juga sudah bagus. Setiap pemain berjuang keras. Bahkan Essien juga menujukkan daya juang dan kemauan kerasnya dengan beberapa kali melakukan sliding tackle. Bagi saya itu yang terpenting, semangat juang untuk tim ini,” ujar bek berkebangsaaan Montenegro itu.

Organisasi tim, terutama dalam bertahan juga dinilai Vlado sudah dibangun dengan baik. Bukan sekadar oleh para pemain bertahan, tetapi seluruh pemain dalam menerapkan pendekatan pertahanan zonasi. Pendekatan itu membuat para pemain lawan tidak leluasa melakukan penetrasi hingga ke dalam kotak penalti.

Ucapan Vlado sejalan dengan situasi laga kontra Arema. Pada pertandingan itu, Singo Edan bisa mengirimkan lebih banyak ancaman. Akan tetapi, rapatnya organisasi pertahanan Persib membuat Esteban Vizcarra dan kawan-kawan hanya bisa melepas ancaman melalui tembakan-tembakan spekulasi dari luar kotak penalti.

“Dari sisi pertahanan, saya pikir kami sudah baik. Zona marking yang diterapkan berjalan bagus, begitu juga pressing. Setiap pemain lawan tidak bisa tenang saat menguasai bola. Kita lihat, Arema juga hanya bisa mengkreasi peluang melalui tembakan-tembakan jarak jauh. Itu terpaksa mereka lakukan karena kesulitan masuk ke kotak penalti,” ujar pemain jangkung berusia 34 tahun itu.

Kesolidan organisasi itulah yang dinilai Vlado modal penting untuk menghadapi PS TNI pada pertandingan kedua di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu 22 April 2017. Dia optimistis, Persib memiliki kualitas yang lebih baik untuk menundukkan PS TNI. Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco