Sengketa Pasar Pelita Sudah Hampir Selesai, Pemkot Tunjuk PT. Fortunindo Artha Perkasa Bangun Pasar Pelita

oleh

SUKABUMI | Harian Waktu – Pemkot Sukabumi menunjuk PT Fortunindo Artha Perkasa sebagai perusahaan yang akan membangun Pasar Pelita. Hal itu, setelah pemenang tender sebelumnya tidak sanggup memenuhi syarat yang ditentukan oleh Pemkot Sukabumi.

“PT Fortunindo Artha Perkasa ini awalnya cadangan dari peserta lelang. Namun pemenanga lelangnya waktu itu PT Panglima Capitol Itqoni tidak menyanggupi syarat. Makanya sesuai perjanjian awal, kami serahkan kepada perusahaan cadangan yang sebelumnya mengikuti lelang juga,” ujar Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz, kemarin.

Muraz mengatakan, salah satu hal yang tidak bisa disepakati adalah jumlah kios yang dibangun. Di mana, pemerintah meminta jumlah minimal. Sementara perusahaan meminta jumlah maksimal. “Sekalain batas minimal dan maksimal itu, masih banyak syarat yang tidak disunggupi oleh PT PCI. Tapi PT PCI gentle dan mengakui ketidaksepakatan itu dan menyerahkan ke pihak lain dari pembangunan Pasar Pelita,” ucapnya.

Dalam hal ini, PT Fortunindo Artha Perkasa menyetujui berbagai syarat yang telah ditentukan Pemkot Sukabumi. Seperti halnya memperpanjang kontrak lahan pasar cadangan, menyimpan uang 20% dari nilai tender, dan berbagai syarat lainnya. “Semua syarat pemerintah disanggupi. Akhirnya SK pertama atas nama PT PCI dicabut dan diganti oleh PT Fortunindo Artha Perkasa,” ungkapnya.

Saat ini rancanangan perjanjian dengan PT Fortunindo Artha Perkasa sudah diserahkan ke DPRD untuk dibahas. Meskipun secara aturan baru, penetuan itu bisa langsung oleh eksekutif. “Kalau dalam peraturan menteri terbaru, semua bisa ditentukan oleh eksekutif. Tapi kami masih punya perda yang belum dicabut, jadi dibahas lewat DPRD,” terangnnya.

Proses di DPRD, kata Muraz selama 45 hari, Namun karena ini hanya membahas rancangan, ia berharap bisa lebih cepat. Hal itu termasuk dalam AMDAL. Sebab, AMDAl kali ini bersifat perubahan. “MUdah-mudahan bisa lebih cepat. Termasuk AMDAL. Sebab, hanya merubah. MIsalnya dari 7 lantai menjadi 4 lantai,” jelasnya.

Lahan yang dibangun saat ini sekitar 10.494 meter persegi. Sebab, beberapa lahan yang ada masih disengketakan. “Lahan kita itu sebenarnya ada 14.000, namun 3000 lebih masih disengketakan. Makanya yang dibangun hanya sisanya,” paparnya

Nilai investasi dalam pembangunan pasar tersebut sebanyak 164 miliar. Semua proses pembangunan Pasar Pelita kali ini, Muraz langsug terjun dan memantau. “Saya turun langsung sekarang. Saya yang mengawasi. Mudaha-mudahan bisa cepat selesai dan kembali dibangun Pasar Pelita ini,” katanya.

Sementara itu, terkait sengketa tanah Pasar Pelita, yang masih tersisa dan mengganjal, Muraz mengaku, sudah diselesaikan. Meski pengadilan memenangkan penggugat, namun pihak Pemda Kota diperintah untuk membayar uang ganti rugi sebesar 5 miliiar lebih. “Dan diprioritaskan dijual ke pihak penggugat. “Itu kalau dijual, tapi kalau tidak dijual dan digunakan demi kepentingan warga Kota Sukabumi, apa salah kita tidak dijual,” pungkasnya.  Pajar/ Adisty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco