Waspada di Masa Pancaroba, Cuaca Ekstrem Terjadi Hingga Sepekan Kedepan

oleh

 

BANDUNG | Harian Waktu – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengimbau masyarakat untuk waspada saat terjadi cuaca ekstrem serta tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pernyataan Emil disampaikan setelah sebelumnya pada Rabu (19/4), Kota Bandung dilanda badai yang mengakibatkan pohon tumbang di 41 titik dan sejumlah reklame roboh. “Saya imbau kepada masyarakat menepi dulu ke tempat yang aman jangan memaksakan diri karena rawan dengan pohon-pohon tumbang,” papar Ridwan Kamil di Bandung, kemarin.

Emil sapaan akrabnya menuturkan, dari data yang diperoleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) cuaca ekstrem ini masih akan terjadi hingga seminggu ke depan. “Jadi sekali lagi masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendara (saat hujan),” ungkapnya.

Menurutnya, saat ada kejadian seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkot Bandung akan langsung terjun dan mengamankan pohon yang runtuh. Selain itu, ke depan pihaknya akan mendesak pihak terkait terutama para pengusaha penyedia jasa iklan untuk membongkar papan reklame, jika diduga rawan roboh saat cuaca ekstrem kembali terjadi.

“Di peraturan sudah ditetapkan, mereka (pengusaha) akan suruh menyetor dana pembongkaran reklame, kalau reklame itu diduga berbahaya. Jika mereka tidak mau membongkar, dana dari mereka saya ambil untuk merobohkan reklame-reklame yang berbahaya,” jelasnya.

Sebelumnya, akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Kota Bandung pada Rabu (19/4), terjadi pohon tumbang dan dahan patah di 63 titik. Selain itu, dua papan iklan di dekat jembatan layang Antapani dan Jalan Gatot Subroto ikut roboh. Bahkan di beberapa daerah seperti di Sarijadi, dan Sekeloa Kota Bandung terjadi hujan es.

Sementara itu prakirawan BMKG Kota Bandung Neneng Sugianto menjelaskan hujan es yang terjadi di Kota Bandung disebabkan adanya proses kondensasi yang terlalu dingin. Sehingga air yang menguap berubah bentuk menjadi butiran es seperti yang melanda Kota Bandung dan sekitarnya, Rabu (19/4).

“Hujan es terjadi akibat kondensasi yang terlalu dingin. Hingga mencapai titik freezing dengan suhu -44 derajat celcius. Jadi pas turun ke bawah berupa butiran es,” kata Neneng.

Dia melanjutkan, BMKG Kota Bandung menerima laporan dari masyarakat terkait hujan es yang terjadi di sebagian kecil wilayah Kota Bandung, Rabu (19/4) lalu. “Laporan yang masuk ke BMKG memang ada hujan es di sekitar Lapangan Gasibu, Sabuga, Dago, Jalan Suci, dan Cihampelas,” katanya.

Dia melanjutkan, hujan deras disertai angin kencang tadi siang hampir terjadi secara merata di wilayah Kota Bandung. Hujan dan angin kencang juga menyebabkan puluhan pohon tumbang.

Pihaknya memprediksi hujan disertai angin kencang masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat sedang melakukan aktivitas di luar rumah. “Kalau hujan, dua tiga hari kedepan diprediksi hujan ringan hingga sedang dan angin kecang masih akan terjadi,” ujarnya.

Salahsatu daerah yang dilanda hujan es adalah kawasan Sekeloa tepatnya di Jalan Sukasari II RT 01/02 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong. Es yang turun membuat timbunan putih bak salju setinggi 15 sentimeter. Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco