Petakanya Terjadi di Menit 74

oleh

 

BANDUNG | Harian Waktu – Persib Bandung kembali gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang tuan rumah PS TNI dengan skor 2-2 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/4).

Setelah ‎mengalami kesulitan mencetak gol di babak pertama. Kemudian pada babak kedua, dua gol diciptakan Maung Bandung dalam tempo 4 menit. Michael Essien membuka kran gol lewat sundulan memanfaatkan umpan Kim Jeffrey Kurniawan menit ke-50. Kemudian, Atep menggandakan kedudukan dengan tendangan keras memaksimalkan umpan Fulgensius Billy Paji Keraf selang dua menit kemudian.

Sayang petaka menghampiri Maung Bandung di lima menit jelang laga usai. Kemenangan di depan mata akhirnya buyar saat Erwin Ramdani dan Gustur Cahyo Putro membuat gol penyeimbang masing-masing pada menit ke-87 dan ke-89.

Bukan hanya sekadar karena hasil akhir yang mengecewakan karena keunggulan dua gol mampu disamakan oleh PS TNI. Keputusan Pelatih Persib  Djadjang Nurdjaman mengganti Billy Paji Kerar dengan Carlton Cole di menit ke-74 menuai banyak kritik. Momen pergantian tersebut dinilai sebagai blunder fatal yang dilakukan Djanur.

Bobotoh pun ramai-ramai menghujat Djanur dan mengapungkan hastag dengan tanda pagar #DjanurOut di lini media sosialsebagai respons kekecewaan terhadap Djanur. Pelatih berusia 59 tahun itu pun tak mengelak jika keputusannya memasukan Cole keliru. Namun dia membantah keputusan menarik Billy sebagai kesalahan.

Menurut Djanur, Billy memang tampil baik di pertandingan tersebut. Namun pemuda berusia 20 tahun tersebut tak memiliki cukup stamina yang menunjang untuk bermain sampai akhir laga. Hanya saja keputusannya memilih Cole sebagai pengganti diakui Djanur sebagai kesalahan.

“Billy baru bergabung dengan tim, jadi kondisinya belum benar-benar bugar. Awalnya ingin membuat perubahan dengan memasukkan pemain yang lebih bugar (Cole). Tapi mungkin itu sebuah kesalahan,” ujar Djanur menyesal.

Djanur sebenarnya membuat sejumlah pergantian pemain yang memberi dampak signifikan pada permainan Persib. Keputusan memasukkan Billy untuk menggantikan Angga Febriyanto pada meni ke-36 menambah agresivitas penyerangan Persib di sektor sayap.

Pada awal babak kedua, keputusan memasukkan Michael Essien bersama Supardi Nasir juga jelas membawa efek positif setelah Persib mengalami kebuntuan untuk menembus gawang PS TNI sepanjang babak pertama.

Eks gelandang Chelsea itu mencetak gol perdananya untuk Persib di Liga 1 empat menit setelah dia menjejak lapangan. Berselang dua menit kemudian, kapten tim Atep mengubah skor dengan sebuah tembakan akurat di depan gawang. Gol ini dibidani oleh Billy, pemain sayap asal Flores yang baru saja direkrut Persib.

Keunggulan dua gol pada awal babak kedua ini seolah membuat kemenangan sudah dikunci Persib. Ironisnya, ketika sedang unggul, Djanur bukannya menambah pemain tangguh untuk memperkuat pertahanan dan menjaga keunggulan. Melainkan memasukkan seorang striker yang kondisi kebugarannya pun selama ini menjadi misteri, yakni Carlton Cole.

Dan anehnya lagi, pemain yang digantikan Cole adalah Billy, pemain muda yang tengah tampil apik menyokong agresivitas sektor sayap kanan Persib. Momen pergantian pemain ini menjadi titik menurunnya determinasi Persib. Nyatanya, Cole, seperti pada laga sebelumnya, tidak memberikan dampak di lini depan Persib. Serangan balik cepat Persib justru menurun karena kehilangan sosok Billy.

Djanur menilai Cole tak sesuai ekspektasi. Bahkan di periode tersebut, Persib tampil buruk tanpa pola dan membuat gawangn Maung Bandung kebobolan 2 gol. “Cole masih jauh dari harapan,” pungkasnya. Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco