Air Bah Menyeret, Dua Pekerja Polisi Periksa Pemilik Tempat Wisata

oleh

[highlight style=”red”] SUKABUMI | Harian Waktu[/highlight] – Kepolisian Sektor Parakan Salak, Sukabumi memeriksa Rudi Hermawan, Pemilik Objek Wisata Air Curug Sawer yang berlokasi di Kampung Cikareo RT 01/06, Desa/Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (27/4). Pemilik yang memiliki profesi sebagai pengacara tersebut diperiksa terkait musibah air bah yang memporak porandakan tempat Wisata Curug sawer.

Diperiksanya Rudi, terkait bencana banjir bandang yang meluluhlantakkan objek wisata miliknya, Selasa (25/4) malam, yang mengakibatkan dua orang alami luka-luka, dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.

 “Semua saksi akan diperiksa terkiat musibah air bah yang memporakporandakan objek wisata Curug Sawer, termasuk pemilik objek wisata Rudi Hermawan. Dan kami pun akan memriksa dua saksi lainnya karena pada saat kejadian ada orang yang terseret air bah,” ujar Kapolsek Parakansalak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Maryono, kemarin.

Kapolsek mengungkapkan, pertanyaan yang diajukan penyidik terkait kronologis dan jumlah kerugian yang dialami setelah bencana banjir bandang terjadi. “Saya belum bisa memberikan keterangan lebih banyak, karena belum mengantongi keterangan secara detail,” ungkapnya.

Kapolsek pun berujar, apakah kejadian tersbeut ada unsur kelalaian atau bener-benar musibah atau juga bencana alam, belum bisa diprediksikan. Sedangkan objek wisata tersebut, pihaknya sudah memasang garis polisi guna mencegah korban lainnya. Dan kepada warga masyarakat agar tidak datang dulu sebelum hasil penyelidikan polisi selesai,” ujarnya.

Sedangkan Rudi Hermawan, sang pemilik tempat wisata mengaku bencana tersebut terjadi akibat guyuran hujan lebat yang menguyur lokasi wisata yang dikelolanya tersebut, dan diketahyui oleh karyawan yang sedang bekerja disana. “Untuk kerusakkan meliputi dua mobil rusak, tiga sepeda motor, serta kolam yang hancur,” ujarnya.

Adapun mengenai jumlah kerugian, ia mengaku masih menghitungnya. Namun diperkirakan kerugian mencapai Rp 500 juta.  “Kami masih hitung, namun diprediksikan mencapai Rp 500 juta rupiah,” tegasnya. Begitu pun kepada para korban, cetus Rudi, semua biaya pengobatan dua pekerja yang tengah berada di lokasi juga menjadi tanggungjawabnya.

“Kami akan tanggung semua biaya pengobatan kedua pekerja yang menjadi korban hingga sampai sembuh,” pungkasnya. Rezki Adisty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco