Hari Buruh Internasional

oleh

SPSI Kota Sukabumi Minta PP Nomor 78 Direvisi

[highlight style=”red”]SUKABUMI | Harian Waktu[/highlight]  Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Sukabumi meminta pemerintah pusat merevisi PP nonor 78 tahun 2015 terkait pengupahan. Sehingga, upah buruh di Kota Sukabumi bisa lebih tinggi lagi.

“Kita ingin PP 78 itu dirubah. Dengan PP tersebut, sudah dibatasi, dan tidak bisa mengajukan kalau tidak sesuai PP itu,” ujar Ketua SPSI Kota Sukabumi, Thalibin, kemarin. (1/5)

Menurutnya, UMK di Kota Sukabumi yang sebesar Rp1.985.175 sudah sesuai dan ideal berdasarkan PP nomor 78 tahun 2015. Hanya saja, sejumlah buruh mengingingkan upah yang lebih tinggi lagi. “Kita berharap ke depan upah itu bisa lebih besar lagi. Hanya saja di PP 78 itu sudah tidak ada celah,” ucapnya.

Makanya, sebagian buruh dari daerah lain turut berdemo ke pusat. Namun di Kota Sukabumi tidak ada yang turut serta. Sebab, aksi yang dilakukan dalam perayaan Mayday ialah dengan berdiskusi bersama pemerintah dan perusahaan. “Tujuannya sama, hanya metoda saja yang berbeda. Kita di sini berdiskusi dengan pemerintah dan pengusaha terkait keluhan kami itu,” ungkapnya.

Terkait outsourcing sendiri, kata Thalibin, di Kota Sukabumi sudah berkurang. kalaupun ada itu hanya di perbankan. Hanya saja, pekerjaanya bukan yang rutin dan pokok. “Outsourcing sudah berkurang. Paling pekerja waktu tertentu. Itupun tidak banyak,” terangnya.

Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz mengatakan, permasalah pokok di buruh ialah UMKdan outsourcing. Sementara jam kerja dan yang lainnya tidak ada keluhan. “UMK saat ini sudah diatur dengan peraturan pemerintah, sehingga tidak bergeliat. Tinggal Outsourcing saja, namun itu juga ada perundang-undanganya. Intinya sih tinggal komunikasi saja antara pengusaha dan pekerja,” pungkasnya. ●Mochamad Pajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco