Pengerjaan Jalan Mantap Desa Mekarjaya Dipertanyakan

oleh

[highlight style=”red”]MANDE | Harian Waktu[/highlight] Pembangunan jalan mantap di Desa Mekarjaya Kecamatan Mande oleh CV. Intan membuat bingung masyarakat dan pihak desa. Pasalnya pada papan plang nama pengerjaan proyek tersebut banyak yang dikosong tidak mencantumkan besarnya biaya proyek, nomor Surat Perintah Kerja dan tanggal pengerjaannya.

Proyek jalan mantap tepat dipinggir kantor Desa Mekarjaya tersebut sebelumnya sudah dipaparkan olah Bupati Cianjur, DR. Irvan Rivano Muchtar saat melaksanakan Cianjur Ngawangun Lembur (CNL) disana. Dalam pemaparannya saat itu, ruas jalan Desa Mekarjaya itu hendak dibangun dengan cara cor beton. Sedangkan biaya keseluruhan pembangunan jalan di Kecamatan Mande sendiri senilai 5,35 milyar rupiah.

Akibat dari tidak terisinya kolom Nomor SPK, tanggal pengerjaan dan nilai kontrak membuat pihak desa kebingungan bila ada masyarakat ataupun wartawan yang bertanya perihal pembangunan jalan itu.

Kepala Desa Mekarjaya, Didin Rosidin sudah menanyakan perihal kekosongan keterangan para pekerja proyek tersebut, tapi tidak ada yang mau menjawabnya. Bahkan pengusaha dari CV. Intan sendiri hanya sekali menemuinya sebelum pengerjaan dulu.

“Itu saja pertemuan kami, sekarang saat banyak yang bertanya soal nilai dan lain sebagainya kami tidak tahu sama sekali,” ujar Didin.

Sedangkan aktivis dan pengacara publik dari Kongres Advokat Indonesia, Dedi Nasrudin menyarankan agar pihak CV. Intan segera membereskan persoalan kekosongan kolom pada plang proyek jalan di Jalan Desa Mekarjaya Kecamatan Mande.

Menurutnya, proyek tersebut diambil biayanya dari pajak dan retribusi masyarakat. Maka seluruh masyarakat, tanpa terkecuali harus mengetahui berapa nilai kontrak pada proyek tersebut. Dan juga nomor dari SPK juga tidak kalah pentingnya, karena menunjukan bahwa CV. Intan adalah benar–benar perusahaan pemenang tender atau yang ditunjuk oleh Dinas Pekerjaan Umam dan Penataan Ruang (PUPR)  Kabupaten Cianjur.

“Kalau seperti ini, jangan–jangan tendernya belum dimulai pekerjaan sudah diklaim oleh CV. Intan. Kan ini sebuah pemaksaan juga. Kalau memang seperti itu kejadiannya,” ucapnya.

Lagipula, lanjutnya, apa sih yang jadi kendalanya apabila pihak CV. Intan menerapkan plang proyek secara utuh seperti biasany. Dan juga apakah pihak Dinas PUPR mewajibkan setiap rekanan untuk tidak mengisi plang pengumuman proyeknya. “Masa oleh Dinas PUPR tidak diwajibkan seperti itu,” pungkasnya. 

Sedangkan dari Dinas PUPR Kabupaten melalui Kepala Seksi Perencanaan Pembangunan Jalan pada Bidang Pembangunan Jalan, Muhamad Riki Syamsurizal menjelaskan bahwa tidak mungkin pihak pengusaha mengerjakan terlebih dahulu sebuah proyek bila tidak dibarengi dengan SPK.

“Semuanya pihak rekanan diwajibkan menerapkan plang,” ujarnya menekankan. 

Riki juga memaparkan bahwa proyek jalan mantap Desa Mekarjaya adalah hasil dari CNL Bupati Cianjur dan nilai kontraknya dibawah 200 juta rupiah. 

Melalui Riki juga pihak rekanan dari CV. Intan mengungkapkan bahwa belum diisinya kolom nilai kontrak, nomor SPK dan tanggal pengerjaan dikarenakan hanya sementara saja. Terlebih karena lembaran SKP nya sendiri belum diambil oleh yang bersangkutan. “Akan kami isi kolom itu sekarang juga,” ungkap pemilik CV. Intan via telepon.  Ruslan Ependi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco