D’Dago Pelopor Foodtruck di Cianjur

oleh

[highlight style=”red”]CIANJUR | Harian Waktu[/highlight] Berkat seorang pengusaha muda, kini  foodtruck hadir di Cianjur.  Keberadaan kendaraan yang digunakan untuk menjual makanan dan minuman atau yang lebih dikenal foodtruck atau mobil toko memang sudah berkembang dan banyak diminati masyarakat sejak beberapa tahun belakangan ini.  Bisnis ini mampu menghasilkan omzet  yang besar dan menggiurkan dan memiliki daya tarik tersendiri bagi para pembelinya.

Zulham Abdul Aziz (22) pemuda asal Gg. Edi II Kel. Sayang  Kab. Cianjur yang memiliki hobi di dunia otomotif dan sangat gemar berwisata kuliner ini, mulai mengembangkan usaha foodtruk di Cianjur. Mungkin bisa disebut juga sebagai pelopor  foodtruck di Cianjur ini.

Dia mengaku,  terinspirasi untuk memulai usaha kuliner dengan foodtruk saat dirinya datang  ke beberapa  kota besar seperti Bandung, Jakarta dan Jogja, dimana di kota–kota besar tersebut usaha foodtruck ini sangat di gandrungi dan sangat ramai di kunjungi pembeli. Berkat bantuan salah satu teman, kini ia telah berhasil merubah mobil Suzuki Carry tahun 1990 nya menjadi food truck yang  ia gunakan untuk berjualan.

“Karena yang mengerjakan modifikasi pada mobil saya seorang teman dekat, jadi biayanya cukup murah cuma Rp 35 juta, itu termasuk  mulai box, kitchen set dan beberapa perubahan  di dalam box nya,”  terang Zulham Abdul Aziz yang biasa di panggil Azi.

Foodtruck yang biasa keliling di sekitraran Jalan Raya kota Cianjur atau biasa mangkal di depan SMPN 1 Cianjur pada saat jam sekolah ini menyajikan, milk shake dengan aneka topping, sosis bakar, pisang bakar dan mie krimi dengan nama D’Dago Foodtruck.

“Dikasih nama D’Dago itu saya ambil dari bahasa Sunda didago–dago yang artinya di tunggu–tunggu, mudah mudahan nama  D’ Dago ini menjadi do’a dan foodtruk saya selalu di tunggu-tunggu kedatangannya oleh para pembeli,” kata Azi.

Azi mengakui, bahwa saat ini dia belum bisa terlalu fokus pada foodtrucknya, karena masih disibukan dengan jam kuliah dan belum memiliki seorang karyawan. Namun meski demikian omzet nya sudah bisa mencapai Rp. 600.000 per hari.

Sebagai pelaku usaha muda, ia mengharapkan para pelaku usaha kuliner di Cianjur bisa tertarik untuk membuat usaha foodtruck, karena menurutnya usaha foodtruck ini sangat menjanjikan.

“Saat nanti di Cianjur ini sudah banyak pengusaha foodtruknya saya ingin membuat komunitas foodtruck Cianjur, agar bisa berbagi ide untuk  mengembangkan usaha dan menghiasi dunia kuliner Cianjur,” tutup Azi.  Asep Hendrayana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco