EMIL Jadi korban “HOAX”, Pengguna Medsos Harus Sering Tabayyun

oleh

[highlight style=”red”]BANDUNG | Harian Waktu[/highlight] Walikota Bandung, Ridwan Kamil menjadi korban penyebaran berita bohong (hoax). Dia disebutkan merasa kecewa atas putusan majelis hakim yang telah menjatuhkan vonis terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Padahal sebagaimana dikatakan Emil, sapaan karib Ridwan Kamil, ia sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan apapun terkait terkait putusan majelis hakim  itu. Karena memang tidak dalam kapasitasnya untuk memberikan pernyataan masalah putusan hukum.

Adapun hoax itu diduga pertama kali disebarkan oleh akun @rakyatbersatu melalui media daring. Dengan dibumbui tagar  #Waah_si_Emil_gk_trima Temennya dikandangin” akun itu menulis tentang kesedihan dan kekecewaan dengan putusan hakim yang memvonis Ahok dengan hukuman 2 tahun penjara. Sebagai penguat hoax-nya,akun itu mentautkan link sebuah media yang memuat berita berupa komentar Emil tentang kasus Ahok dimaksud.

“Contoh akun penyebar hoax @rakyat_bersatu . Menyebar berita tanpa klarifikasi. Tidak ada statemen saya seperti ini terkait vonis pak Ahok. Saya tidak dalam kapasitas apapun untuk mengomentari masalah putusan hukum. Mari cek ricek dan tabbayun. Nuhun.”Saya tidak dalam kapasitas apapun untuk mengomentari masalah putusan hukum. Mari cek ricek dan tabbayun. Nuhun,”ujar Emil lewat akun insagramnya.

Sementara itu Kabag Humas Setda Kota Bandung, Yayan A.Brilyana, meminta masyarakat berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan berita-berita tidak yang tidak jelas sumber informasinya. Apalagi jika sudah massuk kategori hoax.

Terkait dengan sebaran berita hoax yang menimpa Walikota Bandung Ridwan Kamil, Yayan mengatakan bahwa Walikota Ridwan Kamil tidak pernah membuat pernyataan di media online seperti sekarang yang tersebar di media sosial, terlebih Walikota saat ini sedang melakukan kunjungan kerja ke Paris untuk menjadi pembicara di UNESCO untuk mempromosikan  Pencaksilat.

Diungkapkannya walikota selama dalam perhelatannya ke Paris tidak pernah dihubungi media dan tidak pernah membuat pernyataan terkait vonis Ahok.

Dan Yayan  juga sudah melakukan konfirmasi ke media bersangkutan. Dari pihak  redaksi media yang menjadi tautan akun penyebar hoax diperoleh keterangan mereka tidak pernah mewawancarai  atau memuat berita tersebut.  “Berarti berita di media social tersebut tidak bnar alias hoax,”tandas Yayan.

Dengan kejadian ini Yayan berharap agar pengguna media social dalam menerima dan menyebarkan berita-berita tidak yang tidak jelas asal-usulnya. “Warganet harus bias membedakan mana berita yang benar dan mana yang palsu. Harus sering tabayyun, cek ke sumber informasi yang kredibel,”imbunya. Abud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco