Punggawa Persib bertolak ke Padang lebih cepat Beradaptasi

oleh

[highlight style=”red”]BANDUNG | Harian Waktu[/highlight] Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, menjelaskan sengaja menuju Padang lebih awal agar pasukannya bisa menyesuaikan cuaca panas di Padang meski pertandingan akan digelar malam hari.

“Walau main malam, Padang cukup panas. Selain itu masalah penerbangan juga, karena Kamis tidak ada penerbangan yang langsung ke Padang sehingga kami berangkat hari ini saja,” ucap Djanur, Rabu (10/5/2017).

Menurut Djanur, selama di Padang nanti, Atep dkk. tinggal dimatangkan untuk menghadapi Semen Padang. “Di Padang kami punya dua kali latihan. Total latihan jelang pertandingan tiga kali, dengan yang di Bandung,” ujar Djanur.

Di sisi lain, kekalahan telak 0-4 dari Semen Padang pada Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo jadi catatan dan tidak membuat Persib pesimistis.

“Saya mengesampingkan catatan yang sudah lewat. Saya memandang pertandingan yang akan datang, tapi tetap harus jadi pelajaran. Saya ingat faktor kami kalah saat itu,” kata Djanur.

Namun yang jelas, sambung pelatih Persib berusia 59 tahun itu, kekalahan telak musim lalu jangan sampai terulang. “Kami antisipasi saja. Kami tahu Irsyad Maulana dan Riko Simanjuntak juga harus diantisipasi, walau mereka main di sayap tapi mereka aktif bergerak,” jelas Djanur.Pelatih Persib bandung Djadjang Nurdjaman mengaku lebih menaruh perhatian kepada sektor sayap Semen padang dibandingkan lini depan saat kedua tim saling bentrok di Stadion H Agus Salim, Sabtu (13/3).

Djadjang mengakui Semen Padang mempunyai striker berbahaya pada diri Marcel Sacramento dan Vendry Mofu. Namun, Djadjang justru lebih melihat pergerakan Irsyad Maulana dan Riko Simanjuntak.

Berikut pemain yang diboyong ke Padang:

I Made Wirawan, M Natshir Fadhil, Vladimir Vujovic, Achmad Jufriyanto, Wildansyah, Tony Sucipto, Supardi, Henhen Herdiana, Ahmad Baasith, Hariono, Kim Jeffrey Kurniawan, Michael Essien, Dedi Kusnandar, Raphael Maitimo, Atep, Billy Keraf, Carlton Cole, Tantan, Shohei Matsunaga, Febri Hariyadi, Gian Zola.

Keberadaan Didier Zokora di Semen Padang tidak membuat pelatihPersib Bandung Djadjang Nurdjaman merasa khawatir saat kedua tim saling bertemu di Stadion H Agus Salim akhir pekan ini.

Duel nanti bakal mempertemukan dua pemain yang sama-sama pernah merumput di Liga Primer Inggris, mengingat di kubu Persib ada Michael Essien. Djadjang mengaku telah mengikuti perkembangan Semen Padang pada musim ini, dan telah menyiapkan skema ideal untuk laga nanti.

“Saya agak pesimis untuk Zokora, karena saya tahu ketika tampil di Bali dia tidak memuaskan pelatih. Kalau Essien saya selalu beri kesempatan untuk dia, karena kontribusi buat tim cukup nyata. Tapi kalau [Zokora] sampai tampil, akan menjadi tontonan tersendiri,” kata Djanur, sapaan akrab Djadjang.

Sedangkan gelandang bertahan Hariono mengatakan, kehadiran Zokora musim ini membawa warna tersendiri bagi Semen Padang. Hariono menegaskan, Maung Bandung tetap fokus, dan tidak terlena dengan tiga kemenangan beruntun sebelumnya.

“Saya lihat dia sudah buat Semen Padang musim ini berbeda. Tapi yang penting kami harus tetap fokus, dan tiap pertandingan kami anggap final. Kami juga tahu Semen Padang di kandangnya akan luar biasa, kami harus waspada,” imbuh Hariono. Kusnadi/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco