Inginkan Jalan Bagus, Sopir Angkot Datangi BPJ

oleh

Sopir Paksa Penumpang Turun di Jalan

[highlight style=”red”]SUKABUMI | Harian Waktu[/highlight] Puluhan sopir angkotan kota trayek Cibadak-Benda, Kabupaten Sukabumi menggeruduk kantor Balai Pengelola Jalan Wilayah II Sukabumi Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi,kemarin. Aksi mereka sebagai bentuk protes terkait kerusakan jalan dan jembatan di jalan nasional, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Sejumlah perwakilan sopir angkot melakukan orasi dengan membawa berbagai atribut. Meskipun, jalan yang rusak itu berstatus jalan nasional dan lembaga yang digeruduk itu merupakan  Balai Pengelola Jalan Wilayah II Sukabumi Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, namun setidaknya mereka bisa menyampaikan aspirasinya.

Perwakilan sopir angkot 09, Endang Kusnadi, meminta pemerintah secepatnya memperbaiki jalan yang dilintasi angkot 09. Pasalnya kerusakan jalan menyebabkan kerugian bagi pengemudi angkot tersebut.”Kami hanya ingin pemerintah bisa secepatnya memperbaiki jembatan Pamuruyan di Kecamatan Cibadak yang sudah rusak. Kita jangan dulu berbicara jalan rusak berkilo-kilometer kalau memang belum ada anggarannya. Perbaiki dulu lah jembatan Pamuruyan. Itu juga sudah mewakili,” ujarnya,kemarin.

Pasalnya, kondisi jembatan Pamuruyan riskan ambruk.Hal itu akibat bahu dan badan jalan di jembatan itu kondisinya rusak. Bahkan bisa memicu terjadinya kemacetan total pada jam-jam tertentu. “Kalau tidak diperbaiki, kami takut jembatan rawan ambruk. Apalagi di ruas jalan itu, intensitas lalu-lalang kendaraan sangat padat dengan volume yang cukup besar. Kalau nanti ambruk bagaimana? kita juga bisa jadi korban,” tegasnya.

Selain itu, kata Endang, dampak dari kerusakan jembatan itu cukup besar juga bagi sopir angkot. Sebab, waktu tempuh dengan pendapatan tidak sebanding. “Bayangkan saja, dulu sebelum jembatan rusak, kita itu bisa lima kali bulak-balik dari Benda ke Cibadak. Sekarang itu hanya tiga kali balikan. Itupun belum ditambah biaya bensin yang membengkak, dari biasanya tiga liter, sekarang sampai 5 liter,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi infrastruktur jalan bisa menjadi barometer perekonomian masyarakat. Namun sekarang, kondisi infrastruktur jalan rusak. “Kami mah inginnya semua jalan di Kabupaten Sukabumi bisa mulus. Aksi kami ini bukan untuk diri sendiri, tapi juga menjadi wakil bagi masyarakat umum lainnya. Kasihan mereka juga karena butuh fasilitas jalan yang bagus,” terangnya.

Dia pun meminta maaf kepada pengguna jalan dan pengguna jasa angkot 09 yang terganggu dengan aksi tersebut. Aksi itu, kata Endang agar pemerintah bisa mendengar dan betul-betul melayan masyarakat sepenuh hati. “Pemerintah yang lebih berkewajiban memperbaikinya. Jadi kami mohon agar aspirasi kami ini didengar dan diwujudkan. Minimalnya perbaiki dulu lah jembatan Pamuruyan. Kalau di ruas jalan jembatan Pamuruyan diperbaiki, mungkin tidak akan terjadi kemacetan total seperti sekarang,” bebernya

Sementara itu, perwakilan BPJ Wilayah II Sukabumi Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, belum bisa memberikan tanggapan atas aspirasi perwakilan sopir angkot 09. Pegawai di instansi tersebut yang sempat menerima para pendemo mengaku tidak berkompeten memberikan statemen. Mochamad Pajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco