Sambangi Didin di Mapolres dalam Kasus “Sonari Gate”

oleh

Kumpulkan Data, Gelar Rapat Bersama Mentri LHK

[highlight style=”red”]CIANJUR | Harian Waktu[/highlight] Anggota Komisi VII DPR RI, Joko Purwanto menyambangi Didin (48) di sel tahanan Polres Cianjur, Senin (15/5) siang. Kedatangan legislator Senayan ini untuk mendengar langsung keterangan Didin terkait kasus “sonari gate” yang menjeratnya saat ini.

Didin ditahan di jeruji besi Mapolres Cianjur sejak 24 Maret 2017 atau selama 51 hari atas sangkaan merusak kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Kasusnya sendiri saat ini masih dalam penanganan Penyidik PNS Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

 “Kasus ini kan sekarang sedang ramai, di sini maupun di sana (ibukota). Kita ingin input data dari keduanya, baik dari pihak kemetrian maupun dari Didin sendiri. Tadi sudah dengar langsung penjelasannya dari pak Didin, tinggal hasilnya akan saya bawa ke komisi sebagai bahan materi rapat evaluasi bersama kementrian terkait,” kata Joko.

Joko menyebutkan, akan mendalami terus kasus ini agar jelas duduk persoalannya, termasuk apakah aktivitas Didin ini terkait dalam kasus kerusakan lahan akibat perburuan cacing kalung atau merupakan kasus yang berbeda, termasuk perdebatan mengenai jenis cacing yang dipersoalkan dalam kasus ini.

“Ini menjadi sesuatu hal yang menarik yang akan kita tindaklanjuti. Bahwa saat ini ada hal yang sangat memprihatinkan terjadi ada kerusakan di lahan TNGGP. Perihal di situ ada cacing kalung atau cacing-cacing lainnya itu sebagai ekses saja, tapi setidaknya telah terjadi kerusakan,” ujarnya.

Joko menambahkan, jika kasus ini terus lanjut ke meja hijau (persidangan), pihaknya sebagai wakil rakyat yang berangkat dari wilayah Cianjur akan memberikan sumbangsih berupa pendampingan hukum selama proses persidangan.

“Sebagai dukungan moril atau setidak-tidaknya bisa membantu meringankan hukuman terhadap pak Didin nantinya,” ucapnya.

Selanjutnya, pihaknya akan segera menggelar rapat khusus dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) RI, Siti Nurbaya Bakar usai menemui Didin “Sonari” di sel tahanan Polres Cianjur.

“Saya dan komisi akan mengagendakan pertemuan khusus dengan kementrian untuk membahas kondisi objektif kaitan dengan kasus Didin dan kasus adanya kerusakan lahan di dalam kawasan TNGGP. Karena saya mendapatkan banyak informasi baru mengenai dua persoalan ini,” kata Joko di Mapolres Cianjur.

Selanjutnya, terang Joko, usai rapat khusus digelar, pihaknya akan mengagendakan dan mengajak menteri untuk terjun langsung ke lokasi agar mendapat gambaran objektif mengenai persoalan atau kasus Didin “Sonari” ini.

Sebagai legislator yang membidangi persoalan lingkungan hidup, pihaknya akan terus mengawal kasus ini. “Karena itulah tujuan saya kemari (menemui Didin) juga dalam rangka menjalankan peran ini. Agar saya mendapat gambaran dari kedua belah pihak sehingga duduk persoalannya menjadi jelas,” ujarnya.

Kaitan kasus ini, wakil rakyat dari Fraksi PPP ini lebih menyoroti persoalan kerusakan lahan seluas 35 hektar di dalam zona inti kawasan TNGGP sebagaimana laporan masyarakat melalui sebuah lembaga sosial setempat.

“Ini menarik sehingga akan kita tindaklanjuti ke pihak kementrian kaitan informasi temuan kondisi di lapangan tersebut (kerusakan),” katanya.

Namun pihaknya tidak bisa menilai jika kerusakan lahan yang sudah berlangsung lama itu, sebagaimana informasi yang berkembang sebagai akibat kelalaian atau indikasi pembiaran dari pihak terkait dalam hal ini Balai Besar TNGGP.

“Kita tidak bisa men-judge itu sebagai suatu pembiaran. Tapi setidaknya kita bisa pahami bahwa telah terjadi (kerusakan) dalam kurun waktu yang cukup lama sehingga menimbulkan kerusakan yang dampaknya cukup luas. Artinya, kemarin kemana saja mereka?” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Didin (48), pedagang jagung bakar terancam hukuman 10 tahun penjara lantaran mengambil cacing Sonari di dalam kawasan TNGGP. Kini, Bapak dua anak itu mendekam di sel tahanan Polres Cianjur sejak Jumat (24/5) atau 51 hari.

 “Saya tidak pernah merusak lahan. Saya hanya cari cacing Sonari di tumbuhan Kadaka, tidak menebangnya,” kata Didin di ruang penyidik Satreskrim Polres Cianjur, Senin (15/5). Ricky Susan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco