“Curahan Hati” Minta Suaminya Dibebaskan, Istri Didin Surati Jokowi

oleh

 [highlight style=”red”]CIANJUR | Harian Waktu[/highlight] Ela Nurhayati (43) warga Kampung Rarahan RT 6/8 Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, memberanikan diri menulis surat “curahan hatinya” yang ditujukan langsung ke Presiden Jokowi. Karena, hingga saat ini, Didin (48) sudah 53 hari meringkuk di sel tahanan Polres Cianjur.

Ditemui di rumahnya, Selasa (16/5) siang, Ela sedang membolak balik kertas kosong. Ela awalnya ragu untuk menulis surat kepada orang nomor satu di Indonesia itu, namun mendapat dorongan dari sejumlah pihak termasuk perangkat RT setempat, Ela pun mulai merangkai kalimat di atas kertas putih tersebut.

“Bismilah, saya memberanikan diri karena sudah 53 hari suami saya ditahan tanpa ada kejelasan kasusnya,” kata Ela.

Apalagi sebut Ela, anaknya yang kecil terus merengek menanyakan keberadaan bapaknya. Karena selama ini, ia mengaku terpaksa membohongi anaknya yang baru berusia 6 tahun itu jika bapaknya tengah bekerja ke Arab.

“Yang bungsu terus-terusan tanya bapak belum pulang-pulang. Saya khawatir dapat informasi yang sebenarnya dari orang lain. Apalagi sekarang mau bulan puasa. Anak-anak ingin sekali bisa sahur dan berbuka bersama bapaknya,” ujarnya.

Ela mengaku dalam surat yang ditulisnya itu meminta Presiden Jokowi agar membantu membebaskan suaminya. Pasalnya, tudingan-tudingan yang dialamatkan kepada suaminya oleh pihak TNGGP dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sama sekali tidak benar dan tidak sesuai fakta yang terjadi di lapangan.

“Saya yakin suami saya tidak bersalah. Suami saya tidak merambah hutan, menebang pohon, merusak lahan apalagi sebagai penadah cacing kalung. Suami saya hanya mencari cacing sonari di tanaman Kadaka. Itu pun (mencari) tidak setiap saat, karena ada orang yang pesan saja,” ucapnya.

Usai merampungkan tulisan di suratnya, ditemani ketua RT setempat, Ela pun bergegas menuju kantor pos terdekat untuk mengirimkan surat “jeritan hatinya” itu. “Mudah-mudahan sampai ke pak Jokowi dan dbaca langsung,” ucapnya penuh harap.

Sebelumnya, Didin pedagang jagung bakar yang terancam hukuman 10 tahun penjara gara-gara mengambil cacing Sonari di dalam kawasan TNGGP. Kini, Bapak dua anak itu mendekam di sel tahanan Polres Cianjur sejak Jumat (24/5).

 “Saya tidak pernah merusak lahan. Saya hanya cari cacing Sonari di tumbuhan Kadaka, tidak menebangnya,” kata Didin di ruang penyidik Satreskrim Polres Cianjur. Ricky Susan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco