Rakerda FPP Patenkan Ideologi Pancasial Dan Akidah Aswaja

oleh

[highlight style=”red”]MANDE | Harian Waktu[/highlight] Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Forum Pondok Pesantren (FPP) periode 2017 – 2022 dilaksanakan di Gedung Vedca PPPPTK Pertanian Jl Raya Jangari Kecamatan Mande pada hari Senin tanggal 15 sampai Selasa 16 Mei, kemarin.

Jumlah peserta Rakerda FPP adalah 150 orang dari para pimpinan Ponpes, 15 tokoh Ormas, dan sejumlah unsur Muspika serta unsur Muspida, Asisten Daerah 2 yang hadir mewakili Bupati Cianjur.

Sedangkan acaranya sendiri dibuka oleh Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur KHR. Abdul halim, yang dalam sambutannya memaparkan bahwa Ponpes di Kabupaten Cianjur terasa semakin semerbak harum karena semakin banyak berdiri, dibangun oleh para kiyai dengan penuh rasa ikhlas tanpa mengharap imbalan balas jasa. Bahkan para kyai ini jelas-jelas tidak digaji oleh siapa pun.

“Maka saya mengharapkan forum ini bisa jadi media silaturrahim agar para pimpinan pesantren berdikari,” ujarnya.

Sementara Asada 2, Aban Sobandi yang mewakili Bupati Cianjur, dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya peranan Ponpes dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bahkan, menurutnya keberadaan Ponpes telah terbukti menjadi pengendali sekaligus ujung tombak dari perjuangan bangsa. Hal ini terbukti dengan banyaknya tokoh pahlawan lahir dari kalangan Pondok Pesantren.

“Mari kita lanjutkan sejarah emas jasa jasa kalangan pesantren dengan menjaga eksistensi besarnya jiwa kebangsaan kita,” tukasnya.

Ketua Panitia Rakerda FPP, KH. Cecep Abdul Wahid menjelaskan bahwa dalam AD/ART FPP disebutkan ideologi organisasinya adalah Pancasila,

Aqidah organisasi FPP yaitu faham Islam ala Ahlussunnah Wal Jamaah, sementara pijakan dari FPP untuk memperjuangkan dan menjaga Kebhinekaan dalam wadah NKRI.

Ajengan Cecep, sapaan akrabnya, menjelaskan fokus dari kegiatan tersebut adalah mengusahakan agar keberadaan Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Cianjur mengalami berbagai kemajuan, baik secara keilmuan maupun kesejahteraan pengasuhnya. Salah satunya yakni program yang akan dilaksanakan oleh FPP adalah mengadvokasi atau mengupayakan beasiswa bagi santri menggapai pendidikan strata 1 untuk setiap tahun.

Selain itu, lanjut Ajengan Cecep, akan dilaksanakan juga pelatihan manajemen organisasi santri, ijazah sanad ilmu,pelatihan pengembangan potensi pesantren lalu ada program kerjasama lintas institusi untuk Distribusi tokoh kyai sesuai keahlian, yang terakhir adalah membangun Pesantren Mart sebagai induk dari Koperasi syariah kami,” pungkasnya.

Sedangkan Wakil Ketua FPP, KH. Cepy Hibbatulloh memaparkan Rakerda FPP diisi pula dengan acara dialog kebangsaan mengenai Undang – undang Pesantren dan Madrasah yang teruskan dengan acara bedah buku : Kyai Dari Tatar Santri Cepy pun merinci isi rekomendasi dari rakerda FPP dengan mengusung tokoh KH.Rd. Abdullah Bin Nuh menjadi pahlawan nasional secara resmi kepada Dewan Gelar Nasional, membangun markas santri Cianjur, menghidupkan gerakan Cianjur nyantri, berantas kemaksiatan dan peredaran miras.

“Apalagi sebentar lagi menjelang bulan suci Ramadhan,” ucapnya.

Yang terakhir adalah program mencetak buku sejarah kiyai dari tatar santri dan akan bagikan keseluruh sekolah, Ponpes, DKM dan Majlis Taklim se Kabupaten Cianjur. “Disini diperlukan alokasi dana yang transparan terhadap pembangunan kobong yang bersumber dari APBD,” tuturnya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco