Jadi Pengurus NU Harus Ada Restu Rois

oleh

[highlight style=”red”]CIANJUR | Harian Waktu[/highlight] Menjelang Konfercab Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cianjur ke 17, berbagai kegiatan sudah dilakukan oleh panitia sepanjang satu bulan terakhir ini. Hal ini dilakukan bukan hanya saja menjelang konfercab akan tetapi, menyambut berbagai momentum kegiatan lain seperti harlah yang  ke 94 menurut penanggalan hijriah, kemudian harlah muslimat ke 71,  patayat NU juga harlah ke 67.

Ketua Panitia Harlah dan Konfercab PC NU Kabupaten Cianjur, Cecep Kushendar mengatakan, Konferensi Cabang kali ini bukan hanya dijadikan sebagai ajang seremonial lima tahunan saja, akan tetapi harus ada bobot yang lain seperti kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan seperti pengajian, lomba, bedah buku, seni dan budaya, konsolidasi organisasi. “Jadi bukan hanya target merubah kepengurusan saja akan tetapi juga mengisi kegiatan dengan berbagai hal yang bisa diikuti oleh warga NU secara keseluruahan,” ungkapnya.

Dia mengatakan untuk mekanisme pelaksanaan konfrensi itu sendiri tidak ada yang sepesial sebab harus sesuai dengan aturang rumah tangga organisasi. Yang lebih penting kata dia, sebagai panitia harus melibatkan seluruh warga NU tanpa terkecuali dalam kegembiraan dan kenikmatan menjadi warga NU yang sipatnya program incidental yang sebelumnya tidak terprogramkan. “Nah ini bagian daripada bagaimana kita sebagai warga NU bisa memeriahkan acara  dengan baik, kebetulan konfrensi cabang yang ke 17 di Cianjur ini pas  jatuh pada harlah NU yang ke 94 menurut penanggalan hijriah,  kemudian harlah muslimat ke 71,  patayat NU juga harlah ke 67, yang disatukan,” tuturnya.

Lebih lanjut Cecep menjelaskan perihal konten dalam konferensi cabang besok, yang barang tentu dikembalikan lagi kepada aturan organisasi diawali dengaan pembenahan organisasi yaitu sifatnya evaluasi dan dipertanggungjawabkan dan memilih pengurus yang akan datang. “Yang pasti panitia konfrensi tidak menyediakan komisi penerimaan pendaftaran calon, akan tetapi setiap warga NU dipersilahkan dan semua berhak untuk memimpin NU, itu menjadi hak Majlis Wilayah Cabang (MWC) untuk memunculkan,” terangnya.

Sementara untuk kriteria tentunya di NU punya syarat tersendiri tidak selonong boy. “Nanti dalam kriterianya, minimal di pilih oleh 9 suara dan calon itu harus mendapat restu dari rois suriah terdahulu dan itu khas di NU. Jadi sekalipun banyak suara kalo ga ada restu maka tidak akan bisa menjadi pengurus,” ungkap pungkasnya. Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco