200 Santri Adu Kemahiran di Ponpes Gelar Cianjur

oleh

[highlight style=”red”]CIBEBER | Harian Waktu[/highlight] Semifinal Musabaqah Kitab Kuning 2017, zona Jawa Barat IV dilaksanakan di Pondok Pesantren Gelar, Cibeber. Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Umum DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurijal. Menurutnya, Musabaqah Kitab Kuning sebagai program Garda Bangsa dalam upaya menghidupkan tradisi keilmuan pesantren sekaligus mengundang negara hadir di tengah ulama yang selama ini 24 jam mengurus keilmuan, moral dan karakter generasi bangsa.

“PKB komit dengan tetap mengusung rancangan UU Madrasah dan Pondok Pesantren,” ujar H Cucun dalam sambutannya.

Sementara itu, hadir pula sebagai tamu kehormatan Anggota DPR RI Fraksi PKB Dapil III Jawa Barat, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. Neng Eem sangat bangga kepada para santri yang senantiasa menjaga tradisi dan meneladani ulama.

“Pendidikan keagamaan adalah ruh pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Ulama adalah pewaris para Nabi. Santri adalah jalan generasi menuju ulama, dan kita tahu bahwa Santri kontribusinya sungguh luar biasa untuk bangsa ini,” ungkap Anggota DPR RI Komisi V yang juga santri ini.

Lanjut Neng Eem, ulama nusantara kiprahnya tidak saja di Indonesia, tapi juga mendunia. Sebut Syekh Abdushomad Alpalimbangi, Syekh Nawawi Albantani, dan lain-lain adalah guru tanah hijaz, Mekah dan Madinah.

Bahkan karya-karyanya menjadi referensi kurikulum Universitas Al-Azhar, Kairo, seperti Kitab Minhajul Abidin, Tafsir Marah Labid, dan lainnya.

Neng Eem juga memberi apresiasi kepada Garda Bangsa yang ikut menjadi bagian menghidupkan tradisi keilmuan keislaman ini dengan mengadakan musabaqah kitab kuning. DJ/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco