Evaluasi Kekalahan Pilkada DKI Jakarta dan Banten, Menentukan Calon Pilkada Jabar

oleh

PDI-P Gelar Rakernas di Bali 27 Mei Mendatang

[highlight style=”red”]CIANJUR | Harian Waktu[/highlight] Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) belum menentukan bakal calon yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 nanti. Pasalnya, ada mekanisme yang harus ditempuh partai sekaitan penetapan bakal calon nanti.

“Kalau DPP pastinya tetap berpegang pada tiga hal (untuk menentukan bakal calon), yakni fit and proper test, hasil survei, dan psikotes. Itu saja. Tiga hal itu berlaku di semua daerah,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, usai menhadiri HUT PDI- Perjuangan Di Gedung Juang, Kota Sukabumi. kemarin.

Mulai 20 Mei hingga 6 Juni, PDI Perjuangan membuka pendaftaran untuk menjaring bakal calon untuk Pilgub Jawa Barat 2018. Karena itu, anggota Komisi IX DPR RI itu belum bisa memastikan kader eksternal maupun internal yang akan diusung. “Kita lihat saja nanti. Semua kader juga boleh (mendaftar). Kan nanti ada gundukkan nama,” sebut dia.

Bakal calon yang nanti akan diusung PDI Perjuangan pada Pilgub Jawa Barat 2018 tergantung hasil dari tahapan seleksi yang dilalui. Pendaftaran tak hanya dibuka di tingkat DPD saja, tapi juga di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di tiap kota dan kabupaten di Jawa Barat. “Semua pintu kita buka, bisa lewat DPD atau dari DPC. Bisa dari internal atau dari eksternal,” ucapnya.

Pun untuk menentukan bakal calon pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi yang pelaksanaannya berbarengan dengan Pilgub Jabar. Menurut Ribka, siapapun memiliki kesempatan mendaftarkan diri. “Silakan saja ikut penjaringan nanti,” tandasnya.

Sebelumnya Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi, Tatan Kustandi, mengatakan penetapan bakal calon yang nanti akan diusung PDI Perjuangan harus melalui tahapan dan mekanisme partai. Mulai 20 Mei hingga 6 Juni 2017, PDI Perjuangan Kota Sukabumi juga akan membuka tahapan penjaringan bakal calon. “Nanti ada fit and proper test bagi yang mendaftar. Harus dicatat, PDI Perjuangan tidak meminta uang mahar apapun. Jika ada yang meminta, laporkan kepada kami,” sebutnya.

PDI Perjuangan tak mamatok kriteria muluk-muluk bagi bakal calon yang nanti akan diusung. Selain memiliki integritas dan secara elektabilitas dan popularitas bagus, seorang bakal calon dituntut harus selalu pro-rakyat. “Ingat, PDI Perjuangan memiliki jargon wong cilik. Mereka harus bekerja untuk rakyat. Jangan hanya ngomong rakyat tapi tak kenal rakyat. Intinya harus dekat dengan rakyat,” pungkasnya. Rezki Adisty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco