Pemkot Gelar Pasar Murah, Antisifasi Lonjakkan Harga Sembako

oleh

[highlight style=”red”]SUKABUMI | Harian Waktu[/highlight] Puluhan warga berbondong-bondong menyerbu Pasar murah dan bazar Ramadhan yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UMKM Perdaganagn dan Perindustrian (Dikopdagrin) Kota Sukabumi dihalaman Keluarahan Cisarua Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Kemarin.

Di Pasar murah tersebut, Dikopdagrin menyediakan lima komoditas yang lebih murah 30% dibandingkan dengan harga dipasaran umumnya. Kelima komoditas tersebut yakni beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng dan kacang.

Walikota Sukabumi M.Muraz mengatakan, masyarakat bisa mendapatkan harga lebih murah, karena pemerintah juga memberikan subsidi sebesar 30% untuk berbagai komoditas kebutuhan bahan pokok itu.

“Kegiatan ini untuk masyarakat dan memebantu warga sekitar sini yang kurang mampu dengan harga turun sekitar 30%,”ujar Muraz.

Digelarnya Pasar murah dan Bazzar Ramadan ini juga, lanjut Muraz, satu di antaranya untuk memecahkan solusi mahalnya harga berbagai kebutuhan pokok saat ini. Muraz khawatir, jika tak ada upaya mengantisipasinya, maka mendekati Lebaran, masyarakat tidak mampu mengakses ketersediaan berbagai komoditas kebutuhan bahan pokok.”Kita tidak melaksanakan operasi pasar murah, tapi diganti dengan Bazzar Ramadan yang juga menawarkan harga lebih murah dari pasaran,” kata Muraz.

Kepala Diskopdagrin Kota Sukabumi Ayep Supriatna menjelaskan, dalam pasar murah ini pemerintah menyediakan satu paket yang didalamnya ada lima komolditas yang dianggap dibutuhkan untuk masyarakat disaat lebaran nanti.”Dalam satu paket kita jual hanya Rp68.500. Terdiri dari Beras 3kg dengan harga Rp22.500 , gula pasir 1kg dengan harga Rp10 ribu, tepung terigu Rp6000 /kg, minyak goreng Rp11 ribu/kg dan kacang suuk Rp 19 ribu/kg,” terang Ayep.

Untuk mememuhi pasar ramadhan yang akan berlangsung selama 14 hari di 7 kecamatan dan satu di Pemda, Ayep mengaku semuanya sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah sekitar Rp 163 juta dengan jumlah 35 ton untuk ke lima komoditas tersebut.

“Kegiatan ini saya utamakan untuk masyarakat dulu, apalagi bagi warag yang kurang mampu, dan untuk pegawai (PNS) saya kira akan ditahan dulu sampai semua masyarakat diperkirakan sudah membeli,”ujarnya.

Robihat (60) warga Keluarahan Cisarua Rt04/13, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan Pasar murah tersebut. Sebab, harga yang ditawarkan memang lebih murah dari yang dijual di pasaran. “Kalau saya beli tepung terigu, minyak goreng dan gula saja. Sebab kacang dan beras suka ada yang ngirim. Ya Alahamdulillah sih, adanya kegiatan ini,” punkasnya. Rezki Adisty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco