PPDB SMA/SMK Diambil Alih Provinsi Siswa dan Wali Murid di Cianjur Kebingungan

oleh

CIANJUR – Kebijakan tata kelola SMAN/SMKN beralih ke pemerintah provinsi ternyata membawa dampak tersendiri ketika akan dilaksanakan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Pasalnya PPDB jenjang SMAN/SMKN untuk tahun ini ditangani langsung oleh provinsi. Selain itu PPDB akan menggunakan sistem online. Akibatnya siswa dan orang tua kelimpungan dan kebingunan untuk mendaptarkan anaknya ke SMAN/SMKN ditambah lagi minim informasi.

Tidak hanya orang tua siswa bahkan Ketua Komisi IV DPRD Cianjur Dadang Sutarmo yang membidangi pendidikan, mengaku minim informasi soal PPDB.

Padahal, banyak pihak yang mulai menanyakan terkait hal tersebut kepada politisi PDI Perjuangan itu. Meski demikian, dalam waktu dekat ini Dadang berjanji akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur untuk membahas PPDB di Cianjur.

“Yang saya tahu, beberapa waktu lalu ada dari pihak provinsi datang kemari memberi pengarahan soal PPDB kepada para guru dan kepala sekolah SMAN/SMKN se-Cianjur. Terus ada juga pemberitahuan soal PPDB jalur prestasi. Lengkapnya nanti akan disampaikan setelah rapat dengan Disdik minggu depan,” kata Dadang.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Pemprov Jabar mengumumkan bahwa PPDB SMAN/SMKN untuk jalur non akademis sudah dimulai.

Kepala Seksi Kurikulum PMU Disdik Jabar, Deden Saeful Hidayat mengatakan, PPDB SMAN dan SMKN se-Jawa Barat dilakukan secara online penuh dan online terbatas. Maksud online terbatas yaitu calon siswa bisa datang ke sekolah yang dituju, untuk dibantu masuk ke jaringan PPDB di ppdb.jabarprov.go.id.

Sekolah, kata dia, akan menyediakan perangkat komputer di tempat pendaftaran siswa. Sedangkan untuk jalur nonakademik akan dilaksanakan sejak 6-10 Juni, pengumuman disampaikan pada 16 Juni.

“Prosentase jumlah siswa nonakademik di SMA sebanyak 40 persen dan akademik 60 persen. Sedangkan di SMK jalur nonakademik 30 persen dan jalur akademik 70 persen,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang orang tua siswa Ridwan Abdullah mengaku kebingun akan memasukan anaknya ke SMAN. Apalagi guru-guru di SMP tempat anaknya sekolah juga tidak memberitahukan tata cara PPDB ke siswanya.

“Harusnya PPDB yang kini ditangani provinsi sejak awal harus disosialisasikan kepada sekolah-sekolah SMP sehingga tidak kebingungan. Jangankan kami orang tua yang minim informasi pihak sekolah sama saja belum ada kejalasan. Kasihan anak-anak yang akanmendaftar ke SMA/SMK favorit semakin cemas. Jangan dibebankan kepada anak-anak harusnya pihak sekolah yang menggkoordinir PPDB,” pungkas Ridwan. DJ/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco