Konsumsi Nasi Kota Sukabumi 85.440 Pertahun, Ketersedian Pangan Aman Dalam Tiga Bulan Ke Depan

oleh

SUKABUMI- Ketersediaan pangan di Kota Sukabumi terbilang aman sampai tiga bulan kedepan, apalagi jika menghadapi hari-hari besar stok pangan tersebut jumlahnya ditambah dari biasanya.

“Alhamdulillah stok pangan untuk tiga bulan kedepan aman, terutama dihari-hari besar ada penambahan 30 persen dari ketersediaan pangan biasanya,”ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikan (DKP3) Kota Sukabumi Kardina Karsoedi usai melakukan gerakan tanam (gertam) padi seluas 20 hektare di Kampung Selakaso Rt03/RW03 Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi Rabu,(07/06).

Dalam kegiatan tersebut hadir Dandim 0607 Kota Sukabumi Letnan Kolonel Muhammad Mahfud As’at. Kardina juga mengungkapkan kebutuhan konsumsi nasi di Kota Sukabumi mencapai sekitar 85.440 per tahun, sementara target tingkat produktifitas pertumbuhanya harus naik.

“Target yang harus dikejar itu kan 6,8 ton per hektare sementara kita baru mencapai 6,53 ton per hektare. Upaya yang harus dilakukan untuk bisa memenuhi teraget tersebut salah satunya dengan menanam sistem jarwo.”Kita berupaya agar bisa memenuhi target tersebut, salah satunya dengan cara menanam padi sosotem jarwo, selalu menjaga agar tidak ada yang rusak dan gagal panen,” ujarnya.

Sementara disisi lain, lahan pertanian di Kota Sukabumi terus mengalami penyusutan, saat ini ada sekiytar 1486 area pesawahan yang tersebur di 7 kecamatan yang ada, dari jumlah tersebut sekitar 321 hektare dijadikan lahan abadi yang tidak bisa digangu gugat.”Surutnya lahan pertanian itu lahanya ada yang dinukan untuk perumahan, pendidikan, kesehatan dan area pemerintahan. Namun hjabis-0habisnya oleh pembangunan jalan lingkar selatan,”akunya.

Berkaitan dengan kegiatan gertam tersebut, bisa mempertanahakn produktifitas yang ada saat ini, apalagi dengan tanam sistem jarwo  bisa menghasilkan tanam yang bagus.”D kampung Selakaso ini kita tanam padi sebanyak 20 hektare dengan hasil panennya sekitar mencapai 6 sampai 7 ton,”ungkapnya.

Kardina juga mengungkapkan, peran Kodim dalam meningkatkan pertumbuhan produktifitas padi sangat besar. Para Babinsa tak kenal lelah mendampingi penyuluh dan mendorong petani agar mempercepat pengolahan lahan setelah panen. Babinsa juga diajarkan pola penanaman yang baik dan pengetahuan penggunaan pupuk secara berimbang. Namun, kerjasama tersebut akan berakhir tahun depan.“MoU nya sampai 2018 saya dapat informasi akan diperpanang satu tahun. Banyak yang membutuhkan TNI,  mumpung didampingi TNI, petani harus semangat.  Nanti setelah TNI tidak lagi mendamping kami akan  memaksimalkan penyuluh,”kata kadis.

Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol  Inf. M.Mahfud mengatakan, TNI terus mendampingi penyuluh dan mendorong petani  agar hasil tanam padi semakin baik. Tugas ini sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap ketahana pangan secara nasional. “Kami suport petani dan penyuluh untuk memaksimalkan masa tanam padi.

Selain itu, Kodim 0607 juga terus mengawasi beredarnya pupuk ilegal maupun pupuk palsu.  Jajarannya juga memantau  penyalahgunaan pupuk bersubsidi. “Pupuk bersubsidi itu diutamakan untuk petani. Pemberantasan  pupuk ilegal maupun palsu bekerjasama dengan kepolisian untuk menindaklajuti karena itu sangat merugikan petani,”katanya.

Namun, sejauh ini Dandim belum menerima  laporan dari anggotanya adanya penyimpangan tersebut. Hal sama tentang adanya kelangkaan pupuk. Untuk mencegah meluasnya serangan hama,  Kodim 0607 bekerjasama dengan DKP3  dan Pemkot Sukabumi. Selain itu, berkordinasi dengan Badan Karantina Pertanian jika ada  kelangkaan benih dan pupuk.“Sejauh ini stok pupuk masih cukup sampai dua masa taman September mendatang,”pungkasnya. (Rezky Adisty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco