Usai Diserang Virus Ransomware WannaCry, Pelayanan Kembali Normal

oleh

KARANGTENGAH – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, kembali melakukan aktivitas dengan menyetak data dan blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Karena, sebelumnya, sempat terhenti lantaran terkena serangan Virus WannaCrypada Selasa 6 Juni.

Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Pujo Nigroho memaparkan akibat serangan Virus WannaCry tersebut, Disdukcapil tidak bisa melayani sekitar 200 cetak e-KTP baru bagi masyarakat Cianjur.

Pujo awalnya menyangka adanya perbaikan server dari pusat seperti yang terjadi tahun 2016 lalu. Tapi setelah adanya penjelasan dari pusat, barulah dirinya sadar bahwa server Disdukcapil mengalami serangan Virus WannaCry

“Selasa kemarin itu, kami otomatis tidak melayani cetak blanko e-KTP, dan diganti dengan hanya memberikan Surat Keterangan atau Suket saja,” ungkapnya.

Namun, kata dia, kini sudah baik kembali. Server computer dan jaringan internet di Disdukcapil sudah berjalan normal seperti biasanya. Masyarakat yang hendak mencetak blanko e-KTP pun sudah bisa terlayani lagi tanpa adanya kendala apapun. “Sejak pagi hari sudah kembali normal,” katanya.

Sedangkan Kepala Seksi (Kasi) Bina Administrasi dan Kependudukan, Ahmad Husen memaparkan bahwa serangan Virus Ransomware WannaCry itu terjadi selama sudah dua hari, pada Senin dan Selasa. “Jelas pelayanan terhadap masyarakat bukan lagi tersendat, tapi terhenti,” ucapnya

Biasanya, kata dia, satu hari Disdukcapil melayani 200 warga masyarakat Cianjur yang hendak membuat e-KTP. Kalau selama dua hari tidak bisa melayani, berarti  400 kebutuhan masyarakat terbengkalai dalam pelayanan pembuatan e-KTPnya.

Kang Teten meminta masyarakat Cianjur memaklumi apabila dalam dua hari kemarin pelayanan Disdukcapil dalam hal cetak e_KTP terhenti. Karena hal tersebut sama sekali diluar kemampuannya.

Sebelumnya, Kantor Disdukcapil Kabupaten Cianjur terkena serangan Virus WannaCry. Bahkan, dinas yang melayani data kependudukan itu kewalahan menghadapinya, hingga mendatangkan orang ahli dari pemerintah pusat.

Akibat virus bari itu, pelayanan di Disdukcapil sudah dua hari terhenti. Pasalnya server atau jaringan yang tersambung ke Disdukcapil pusat terganggu. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco