Kepala SMAN 2 Cianjur Apresiasi Sistem Zonasi

oleh

CIANJUR – Kepala SMAN 2 Cianjur Agam Supriatna mengaku, setuju dengan penerapan sistem zonasi untuk sekolah tingkat SMA. Dirinya mengapresiasi system tersebut diterapkan.

“Sangat setuju kalau sistem zonasi diterapkan. Karena akan memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah di pelosok untuk terus mengembangkan kualitas,” ujarnya.

Selain itu, Agam juga menilai sistem zonasi secara tidak langsung meringankan beban siswa. Sehingga siswa tidak perlu jauh-jauh untuk sekolah ke daerah lain. “Ya bagus. Dari biaya siswa juga akan lebih hemat. Karena tidak perlu sekolah jauh-jauh,” tambahnya.

Sebagaimana dilansir Kemendikbud.go.id, Kamis (8/5), Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 menerapkan sistem zonasi, sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah paling sedikit sebesar 90 persen dari total jumlah peserta didik yang diterima.

Domisili calon peserta didik tersebut berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

Radius zona terdekat ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kondisi di daerah tersebut. Kemudian sebesar 10 persen dari total jumlah peserta didik dibagi menjadi dua kriteria, yaitu lima persen untuk jalur prestasi, dan lima persen untuk peserta didik yang mengalami perpindahan domisili.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, sistem zonasi merupakan implementasi dari arahan Presiden Jokowi Dodo mengenai pentingnya pemerataan kualitas pendidikan.

“Semua sekolah harus jadi sekolah favorit. Semoga tidak ada lagi sekolah yang mutunya rendah,” ujar Mendikbud. ●Ricky/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco