Sering Diguna-guna, Pelaku Habisi Satu Keluarga

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Diduga sering di guna-gunai keluarga korban, WA (23) menjadi alasan motif pembunuhan secara berencana terhadap satu keluarga, di Cidaun. Pelaku menghabisi keluarga Uni (55), yakni istri korban, Karti (55) dan  anak korban Aep (30) secara sadis dan membabi buta.

Dihadapan penyidik Polres Cianjur, pelaku warga Kampung Cibogo, RT01/04, Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, mengakui perbuatannya. Ia membunuh ketiga korban setelah mendapat informasi jika dirinya disantet oleh keluarga korban.

“Selama ini saya sakit-sakitan. Saya dendam sama mereka karena menyantet saya,” kata WA kepada wartawan di halaman Mapolres Cianjur, Sabtu (10/5).

Pelaku menjelaskan, proses pembunuhan yang dilakukannya, pada Kamis (8/5) sekitar pukul 21.00 WIB, langsung menghabisi ketiga korban di dalam rumah korban. Usai membunuh, pelaku kemudian menyeret tubuh Aep yang sudah tidak bernyawa ke pinggir Sungai Cilaki, sejauh 500 meter dari tempat kejadian perkara. “Saya potong (kepala) di sana, di pinggir sungai lalu saya buang,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi mengatakan, pelaku mengeksekusi para korban dalam keadaan sadar dan terencana. Motif pembunuhannya sendiri berlatar belakang tudingan dukun santet pelaku terhadap para korban.

“Pelaku memutilasi salahseorang tubuh korban di pinggir sungai. Potongan tubuh terbagi empat bagian. Tadi malam seluruh potongan tubuh korban atas nama Aep itu berhasil kita temukan,” kata Benny.

Kita coba terusuri hasil identikasi bahwa emang ada indikasi pelaku merupakan tetangga dekat daripada korban,kita ketahui bahwa hasil pemeriksaan juga modus maupun motif dari pelaku ini adalah dendam.

Pihak kepolisian juga, kata dia, sempat terkedala dengan kondisi medan yang begitu terjal dengan jarak tempuh yang begitu jauh, karena tidak bisa dimasuki roda empat. Sehingga, hal itu menjadi hambatan.

Mengenai barang bukti, kata dia, pihak kepolisian mengamankan termasuk potongan-potongan tubuh yang belum sempat ditemukam. “Tapi alhamdullilah tadi malam seluruh potong tubuh sudah kami temukan yang disembunyikan oleh pelaku,” ujarnya.

Dalam pembunuhan tersebut, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 351 dan 353 tentang penganiayaan dan Pasal 338 dan 340 KHUP tentang pembunuhan berencana. “Kami jerat dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun,” tegasnya. ●Syamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco