Kecamatan Bersolawat Ansor

oleh

KARANGTENGAH – Ratusan santri tumpah ruah mengikuti gerakan kecamatan bersolawat yang di pelopori oleh Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Cianjur, di ponpes Al Ittihad Jalan Raya Bandung KM 03 Bojong, Karangtengah, Senin (12/6) kemarin. Hal ini dilakukan sebagai komitmen Pemuda Ahlusunnah Waljamaah Annahdliyah untuk menjaga keutuhan sunah Nabi dan menjaga Al-Quran sebagai Kalamulloh

Ketua Umum PC GP Ansor Kabupaten Cianjur, Dedi Suherli mengatakan, Gerakan kecamatan bersalawat Nabi adalah bagian dari program yang diselenggarakan serentak di 200 titik di 26 kabupaten/kota se Jawa Barat termasuk di Cianjur hari ini sebagai usaha memelihara tradisi dan menjaga keutuhan ajaran Al-Quran. “Karena sekarang menginjak bulan suci Ramadhan maka kegiatan gema salawat kecamatan ini juga dalam rangka menyambut malam Nuzulul Qur’an, yaitu malam diturunkannya Al-Quran, sebagai komitmen kita menjaga sunah dan Al-Quran,” ungkapnya.

Menurutnya, jika memaknai peringatan Nuzulul Qur’an Orang NU sudah seyogyanya menjaga tradisi yang sudah turun temurun dilaksanakan dan dijaga, dan tetap memegang teguh ajaran guru ngaji dan para kiayi NU. “Kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala setiap tahunnya, mengingat akhirakhir-ini banyak ancaman dari luar yang berusaha merongrong dan mengadudomba umat Islam atas nama Al-Quran, dan berusaha meniadakan tradisi yang baik di bangsa ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Mualif Masykur, Sekretaris MDS Rijalul Ansor Jawa Barat, mengatakan, malam ini ansor bershalawat di gelar di 26 kota/kabbupaten di jawa barat secara serentak. “Program Kecamatan Bershalawat Nabi di 200 kecamatan ini yang diadakan dimulai pada hari ini sekaligus dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an dengan selalu mengharap berkah dan mendapat ridho Allah juga syafa’at Rasulullahnya,” ungkapnya.

Sebagai bagian daripada NU menurutnya Ansor akan terus berkomitmen menjaga keutuhan dengan gerakan keagamaan, yang moderat toleran, dan seimbang. “Kita sebagai pemuda NU juga harus bisa menjaga kebaikan tradisi, dan menyikapi setiap kejadian yang seimbang dan memberikan keputusan yang toleran supaya kerukunan dan persatuan bangsa tetap terjaga, karena bagi ansor NKRI harga mati” pungkasnya. ●Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco