DPC GMNI Cianjur Berbagi, Santuni Anak Yatim dan Jompo

oleh
RAMAH : Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Muhammad Riksa, yang juga alumni GMNI tengah menyantuni anak yatim piatu dan jompo.

CIANJUR, waktunews.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur, melakukan kegiatan berbagi terhadap sesama dengan memberikan santunan kepada anak yatim dan jompo. Kegiatan yang bertajuk Rramadhan penuh berkah, di laksanakan di Aula Sekretariat DPC GMNI Cianjur, Desa Limbangan Sari, kemarin.

Ketua Pelaksana Roni Nurpalah, mengatakan berbagi adalah identitas keluarga besar DPC GMNI Cianjur. Maka hadirnya bulan penuh berkah ini, DPCGMNI Cianjur melakukan hal -hal positif. “Untuk memeriahkan bulan suci ramadhan ini dari mulai diskusi, advokasi, bahkan aksi itu menjadi gerakan sosial dan budaya untuk mengimplementasikan nilai -nilai pancasila di bulan ramadan,” ungkap Roni.

Dalam kegiatan tersebut, DPC GMNI juga mengadakan pengajian, buka bersama dan juga berbagi santunan kepada anak yatim piatu dan jompo. “Dalam kegiatan ini seluruh kader dari mulai anggota maupun alumni memberikan pelajaran untuk tetap berada di garis -garis perjuangan dengan hadir di tengah -tengah kaum marhaen, karena sejatinya GMNI hadir bersama rakyat dan juga untuk rakyat,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Alumni GMNI Cianjur Muhammad Riksa dan Susilawati yang juga sebagai anggota DPRD Cianjur.

Muhammad Riksa menuturkan, bahwa bulan suci romadhon merupakan bulan yang sarat dengan kemuliaan dan berbagai macam keutamaan ada didalamnya, seperti berlipatnya pahala, diampuni dosa dan turunya rohmat dan keberkahan dari Alloh SWT. “Alangkah indah dan bahagianya kami keluarga besar GMNI Cianjur bisa berbagi dengan anak yatim dan jompo serta berbaur kebahagian dengan masayarakat sekitar,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, agar kegiatan yang positif tersebut dapat di jaga dan terus diadakan secara berkelanjutan, tidak hanya di bulan Ramadhan. “Mahasiswa memang harus menghilangkan lebel mahasiswa ketika harus berbaur dengan masyarakat, untuk itu ilmu yang paling berharga yang tidak mungkin di dapat dari kegiatan akademik adalah mahasiswa mampu mengabdikan diri untuk masyarakat dan advokasi kregiatan adpokasi kaum marhaen yang menjadi giroh gerakan kita,” pungkasnya. ●Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco